CAMS Peringatkan Lonjakan Karhutla di Indonesia Akibat El Nino
Lonjakan emisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan setelah mencatatkan peningkatan intensitas yang signifikan akibat dorongan fenomena El Nino, berdasarkan laporan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) pada 21 Agustus.
Pemantauan CAMS menunjukkan bahwa emisi kebakaran mulai meningkat tajam sejak akhir Juli, dengan konsentrasi utama di lahan gambut Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta kawasan basah dan sabana di Papua Selatan dan Sumatra, seperti dilansir dari Detik iNET.
"Kebakaran musiman dan kabut asap regional di Indonesia sudah meningkat, konsisten dengan tahun-tahun El Nino sebelumnya, dan kami akan memantau situasi dengan sangat ketat untuk memahami bagaimana kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara berubah," kata Mark Parrington, ilmuwan senior di ECMWF yang bekerja untuk CAMS.
Kondisi iklim tahun 2026 ini diperparah oleh potensi penguatan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berinteraksi dengan kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) di Pasifik ekuatorial. Dampak kabut asap dari karhutla tersebut dilaporkan telah menyebar ke Singapura dan Malaysia, serta memicu penutupan puluhan sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat.
Guna mengatasi krisis ini, pemerintah Indonesia telah mengerahkan operasi modifikasi cuaca menggunakan pesawat khusus. Di tingkat global, CAMS memantau emisi kebakaran melalui Global Fire Assimilation System (GFAS) berbasis satelit yang mampu memprediksi sebaran asap hingga lima hari ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow