Celtic Hadapi Dunfermline Athletic pada Final Piala Skotlandia 2026

Smallest Font
Largest Font

Ajang final Piala Skotlandia 2026 mempertemukan Celtic Glasgow dan klub kasta bawah Dunfermline Athletic di Stadion Hampden Park, Glasgow, pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat. Laga ini menjadi peluang besar bagi Celtic untuk mengunci gelar ganda domestik musim ini.

Dilansir dari Media Kampung, Celtic melaju ke partai puncak setelah mencatatkan tren impresif lewat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan telak 3-1 atas Hearts FC. Skuad asuhan Martin O'Neill tersebut juga memiliki produktivitas tinggi dengan menggelontorkan 15 gol dan hanya kebobolan tiga kali dalam lima laga terakhirnya.

Sementara itu, Dunfermline Athletic yang berkompetisi di kasta Championship datang dengan modal kurang meyakinkan setelah menelan kekalahan 1-2 dari Partick Thistle. Berdasarkan statistik performa yang dilansir Transfermarkt, tim besutan Neil Lennon tersebut hanya memetik satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.

Secara rekam jejak pertemuan, Celtic mendominasi penuh dengan menyapu bersih lima bentrokan terakhir melawan Dunfermline. Pertemuan terbaru kedua tim berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Celtic melalui babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Menjelang laga krusial ini, manajer interim Celtic, Martin O'Neill, menyatakan enggan membahas kelanjutan masa depannya di klub sebelum laga final usai. Pelatih berusia 74 tahun tersebut sempat mengutarakan keraguannya untuk bertahan karena faktor usia dan energi.

"Tidak, saya rasa tidak akan ada yang dibicarakan," kata O'Neill di TalkSPORT saat ditanya tentang masa depan dirinya dan klub sebagai manajer.

O'Neill menambahkan bahwa pembicaraan mengenai masa depannya tidak mendesak karena fokus penuh saat ini tertuju pada trofi Piala Skotlandia.

"Kita akan menghadapi final Piala Skotlandia yang penting dan saya rasa tidak akan ada yang dibahas sebelum itu, dan saya juga tidak mengharapkan hal itu terjadi." tutur O'Neill.

Meskipun demikian, mantan pelatih yang pernah membawa Celtic meraih lima gelar Liga Skotlandia beruntun ini mengaku tetap mendapatkan kepuasan tersendiri selama menangani tim musim ini.

"Jika Anda bertanya kepada saya hari ini, saya benar-benar tidak akan memiliki energi untuk melakukannya saat ini. Usia saya sudah cukup lanjut. Saya akan hidup lebih sedikit hari daripada sebelumnya." ujar O'Neill.

O'Neill menjelaskan bahwa atmosfer tempat latihan dan kehadiran para staf kepelatihan muda menjadi faktor utama yang membuatnya mampu bertahan di tengah jadwal padat.

"Siapa yang tahu? Saya pasti menemukan energi dari suatu tempat. Saya pikir itu ada hubungannya bekerja dengan banyak orang, pelatih muda yang fantastis bagi saya. Dan juga, melangkah ke tempat latihan setiap hari dan melihat banyak anak muda, saya benar-benar merasakan peremajaan." ucap O'Neill.

O'Neill menegaskan bahwa perasaan bersemangat tersebut masih ada di dalam dirinya meski kelelahan fisik tidak dapat dihindari.

"Saya benar-benar merasakan semacam kebangkitan, lebih dari apa pun. Dan perasaan itu belum hilang hingga hari ini. Saya lelah, tetapi perasaan itu belum hilang hingga hari ini." kata O'Neill.

Untuk susunan pemain, Media Kampung melaporkan Celtic menurunkan formasi yang diisi oleh Sinisalo, Johnston, Trusty, Scales, Tierney, McGregor, Engels, Nygren, Yang, Maeda, dan Forrest. Di kubu lawan, Dunfermline mengandalkan Oxborough, Chilokoa-Mullen, Ngwenya, Gilmour, M. Todd, Abulai, A. Tod, J. Tod, Oakley-Boothe, Morrison, dan Fraser.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed