Cleveland Cavaliers Tekuk Detroit Pistons Lewat Overtime
Cleveland Cavaliers menundukkan tuan rumah Detroit Pistons dengan skor 117-113 melalui babak overtime pada Rabu untuk merebut keunggulan 3-2 dalam seri semifinal Wilayah Timur playoff NBA.
Kemenangan tandang pertama Cavaliers dalam rangkaian playoff ini membawa mereka selangkah lagi menuju final wilayah melawan New York Knicks, menjelang laga keenam yang akan digelar di Cleveland.
James Harden menjadi bintang kemenangan tim tamu lewat donasi 30 poin, sementara Max Strus menambah 20 poin dari bangku cadangan, Donovan Mitchell mencetak 21 poin, dan Jarrett Allen membukukan double-double dengan 16 poin serta 10 rebound.
Di kubu Pistons, Cade Cunningham memimpin perolehan angka dengan 39 poin, sembilan assist, dan tujuh rebounds, disusul Daniss Jenkins yang mengemas 19 poin.
"Great time to have a first road win," ujar James Harden, Pemain Cleveland Cavaliers kepada stasiun penyiaran ESPN.
Harden mengingatkan timnya untuk tetap waspada mengingat Detroit Pistons memiliki pertahanan yang solid dan rekam jejak bangkit dari situasi tertinggal.
"Very, very crazy team defensively," kata James Harden, Pemain Cleveland Cavaliers.
Harden menambahkan bahwa timnya harus memastikan kesiapan mental sejak awal pertandingan dan fokus pada detail-detail kecil untuk bisa menutup seri ini.
"We've seen what they've done. They've come back from 3-1, so from the beginning of the game we've got to make sure our mindset is right and we do the small things to finish the series," ucap James Harden, Pemain Cleveland Cavaliers.
Pelatih Cleveland Cavaliers, Kenny Atkinson, memberikan pujian khusus atas ketenangan yang ditunjukkan Harden di momen-momen krusial pertandingan.
"Big reason we got him, that's what we expected," kata Kenny Atkinson, Pelatih Cleveland Cavaliers.
Atkinson menilai kehadiran pemain berusia 36 tahun tersebut membawa kematangan dan stabilitas yang sangat dibutuhkan oleh skuadnya.
"He adds a maturity and a poise, calmness to our group, which we needed," tutur Kenny Atkinson, Pelatih Cleveland Cavaliers.
Di sisi lain, kubu Detroit Pistons merasa kecewa dengan keputusan wasit pada akhir waktu reguler ketika Jarrett Allen dinilai menjatuhkan Ausar Thompson namun tidak dinyatakan sebagai pelanggaran.
"We're not going to go down without a fight," cetus J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Bickerstaff menegaskan karakter timnya yang pantang menyerah dan keyakinannya bahwa para pemain akan siap bersaing di level tertinggi untuk memaksakan laga ketujuh.
"That's just who we are. We've been in this position before, and we were able to work our way through it. I expect our guys to be ready mentally and to go out and compete at a high level and bring this thing back (to Detroit)," tambah J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Kekecewaan Bickerstaff tetap bertahan bahkan setelah NBA merilis Laporan Dua Menit Terakhir yang menyatakan bahwa kontak tersebut hanyalah insiden biasa.
"He fouled Ausar. It's clear," kata J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Bickerstaff mengkritik keputusan tersebut karena mengabaikan pelanggaran jelas di saat-saat penentu yang akhirnya memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
"End of game situation, you know, that's tough," pungkas J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Ketika dikonfirmasi kembali menjelang laga keenam mengenai tinjauan resmi liga tersebut berdasarkan laporan Jacob Richman dari Michigan Live, Bickerstaff menyatakan keengganannya untuk membaca laporan itu.
"No," jawab J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Bickerstaff merasa tinjauan resmi dari pihak otoritas liga tidak memberikan solusi dan justru memicu kekesalan lebih lanjut bagi timnya.
"All they do is piss you off," ujar J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Pelatih Pistons tersebut kembali menegaskan pandangannya bahwa pelanggaran nyata telah terjadi di atas lapangan saat Thompson mengejar bola liar.
"He fouled Ausar," cetus J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
Bickerstaff menilai tindakan Allen yang menjegal kaki kiri Thompson dalam situasi krusial saat skor sama kuat 103-103 merupakan kerugian besar bagi timnya.
"It's clear. He trips him when he's going for a loose ball in a game situation. That's tough," tutur J.B. Bickerstaff, Pelatih Detroit Pistons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow