Pierluigi Collina Tegaskan Wasit Piala Dunia Tidak Bisa Diintervensi

Smallest Font
Largest Font

Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina dengan tegas membantah tuduhan dari Asosiasi Sepak Bola Mesir mengenai adanya perlakuan istimewa terhadap kapten Argentina Lionel Messi pada pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung tengah pekan ini. Protes resmi dilayangkan pihak Mesir setelah mereka tersingkir secara dramatis dengan skor 2-3 dari Argentina di babak 16 besar, di mana pelatih Hossam Hassan menduga ada upaya mempertahankan juara bertahan di turnamen tersebut. Mesir menuntut sanksi larangan bertugas bagi wasit Prancis Francois Letexier karena mengabaikan dugaan pelanggaran sebelum gol kemenangan Enzo Fernandez pada menit ke-92, serta menganulir gol Mostafa Ziko pada menit ke-58.

"Tuduhan yang tidak berdasar tidak punya tempat dalam olahraga kami," kata Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina dilansir dari laman resmi federasi dunia tersebut.

Pria asal Italia itu mengecam keras serangan publik kepada perangkat pertandingan karena berpotensi memicu ancaman nyata bagi keselamatan wasit beserta keluarga mereka. "Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa keputusan wasit dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun," tambah Pierluigi Collina.

Bantahan ini didukung oleh evaluasi teknis, di mana insiden sebelum gol Mostafa Ziko yang dianulir memperlihatkan pemain Mesir Marwan Attia terbukti menginjak kaki Lisandro Martinez. "Pelanggaran tetaplah keinginan," kata Pierluigi Collina.

Sementara untuk insiden menjelang gol penentu Argentina, Collina menyatakan bahwa kejadian itu murni kontak fisik normal dalam sepak bola yang juga telah dikonfirmasi lewat peninjauan berlapis oleh tim VAR. "Jika dalam proses pembangunan serangan ditemukan pelanggaran yang menurut penilaian VAR memengaruhi terciptanya gol, maka VAR akan merekomendasikan pemeriksaan di pinggir lapangan. Tidak ada batasan yang ditetapkan terkait jarak dari gawang atau rentang waktu antara insiden tersebut dan terciptanya gol," jelas Pierluigi Collina. Collina juga menegaskan posisi krusial Presiden FIFA Gianni Infantino yang selalu memberikan ruang penuh bagi korps baju hitam untuk menjalankan tugas secara objektif.

"Beliau (Infantino) senantiasa menunjukkan dukungan penuh terhadap tim wasit FIFA sembari memercayakan kami untuk bekerja dengan independensi penuh," ungkap Pierluigi Collina.

Secara umum, performa para pengadil lapangan sepanjang turnamen dinilai sudah cukup baik meskipun tekanan publik yang tinggi merupakan hal lumrah dalam industri sepak bola. "Para perangkat pertandingan mengambil keputusan secara jujur dan, sama halnya dengan pemain maupun pelatih, mereka selalu berupaya memberikan yang terbaik," tambah Pierluigi Collina. Faktor padatnya jadwal pertandingan dalam durasi singkat diakui menjadi tantangan berat yang terkadang memengaruhi konsistensi kebugaran fisik dan fokus para wasit di lapangan.

"Secara keseluruhan, kami merasa senang. Namun, dengan banyaknya pertandingan yang dijalani dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan," jelas Pierluigi Collina.

FIFA memastikan akan langsung melakukan evaluasi intensif serta memberikan pembekalan tambahan bagi setiap wasit yang performanya dinilai kurang prima agar mereka siap ditugaskan kembali. "Saat hal itu terjadi, mereka siap bekerja lebih keras lagi untuk memastikan kesiapan penuh menghadapi pertandingan berikutnya," pungkas Pierluigi Collina.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed