Corinthians Hadapi Badai Cedera Menjelang Laga Kontra Rosario Central
Klub Brasil Corinthians menghadapi krisis pemain akibat badai cedera jelang laga penentu leg kedua babak 16 besar CONMEBOL Libertadores melawan wakil Argentina, Rosario Central, di Neo Química Arena pada Kamis (20/8/2026) malam pukul 21.30 waktu setempat.
Masalah fisik para pemain memperberat langkah skuad asuhan Fernando Diniz setelah bermain imbang 0-0 pada pertemuan pertama di markas Rosario Central. Corinthians wajib meraih kemenangan untuk mengamankan tiket perempat final, atau menjalani adu penalti jika laga kembali berakhir seri.
Bek tengah Gabriel Paulista menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan setelah mengalami cedera kaki pada menit ke-10 babak kedua saat melawan Cruzeiro di ajang Brasileirão, Minggu (16/8/2026). Mantan pemain Arsenal tersebut digantikan oleh bek muda João Pedro Tchoca dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis lanjutan di CT Joaquim Grava.
Absennya Gabriel Paulista berpotensi memperpanjang daftar pilar Corinthians yang absen. Sebelumnya, André dan Yuri Alberto sudah lebih dulu menepi, sementara Zakaria Labyad, Vitinho, serta Kayke masih menjalani pemulihan pascaoperasi. Selain itu, gelandang Allan dipastikan absen akibat kartu merah pada leg pertama, dan André Ramalho mengalami gangguan kesehatan labirinitis.
Di tengah krisis pertahanan tersebut, kiper Corinthians Hugo Souza menegaskan kesiapan timnya untuk tampil maksimal demi menjaga asa melangkah ke babak berikutnya.
"Persiapan kami sangat baik dan kami tahu pasti apa yang harus dilakukan. Ini adalah pertandingan paling penting bagi kami sejauh ini. Kami menghadapinya dengan cara terbaik.
Kami sangat bersemangat dan, atas izin Tuhan, kami akan meraih kualifikasi ini di depan para pendukung kami, untuk memberikan kegembiraan bagi mereka dan menjaga impian ini tetap hidup dalam diri kami. Ini adalah impian semua orang dan kami akan memperjuangkannya hingga akhir," kata Hugo Souza, kiper Corinthians.
Guna memantapkan strategi jelang laga krusial ini, skuad Corinthians telah menyelesaikan porsi latihan taktis sekaligus mengasah kemampuan eksekusi penalti di CT Dr. Joaquim Grava.
"Ini adalah lawan yang kekuatan dan kelemahannya sudah kami ketahui. Kami harus tahu cara bertahan dari apa yang terbaik yang mereka lakukan. Pelatih Diniz telah menjelaskan semuanya dengan sangat jelas kepada kami.
Kami juga harus tahu cara memanfaatkan titik lemah mereka sehingga kami dapat menerapkan permainan terbaik kami dan mengamankan kualifikasi. Semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Kami pergi ke sana untuk melakukan yang terbaik.
Kami sangat mempercayai hal itu. Dengan melakukan yang terbaik, kami akan lebih dekat dengan kualifikasi," ujar Hugo Souza, kiper Corinthians.
Pertemuan kedua tim di fase gugur Copa Libertadores ini mengulang catatan sejarah musim 2000 saat Corinthians menyingkirkan Rosario Central melalui adu penalti 4-3 setelah agregat berimbang 5-5.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow