Curaçao Tahan Imbang Ekuador Lewat Aksi Heroik Kiper Eloy Room
Tim nasional Curaçao berhasil meraih poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia setelah menahan imbang Ekuador dengan skor 0-0 pada laga fase grup di Amerika Serikat yang dilaporkan pada Minggu, 21 Juni 2026. Poin bersejarah bagi negara berpenduduk terkecil di putaran final ini diraih berkat penampilan luar biasa penjaga gawang Eloy Room yang menggagalkan 27 tembakan dari lini serang Ekuador. Kiper berusia 37 tahun tersebut mencatatkan 15 kali penyelamatan sepanjang pertandingan, hanya selisih satu penyelamatan dari rekor Piala Dunia milik Tim Howard pada tahun 2014 silam. Hasil ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan bagi skuad asuhan Dick Advocaat setelah pada pertandingan sebelumnya menderita kekalahan telak 1-2 dari Jerman.
"I still have to process it myself," aku Room, penjaga gawang Curaçao.
Room mengungkapkan kegembiraannya setelah pertandingan dan mengaku sempat menerima ucapan selamat langsung dari Ratu Máxima dari Belanda di ruang ganti pemain. "I’m a bit annoyed that I didn’t get the record in the end but I think Tim Howard was sweating on it a bit," kata Room, penjaga gawang Curaçao.
Pelatih Curaçao, Dick Advocaat, terlihat menangis haru setelah peluit panjang berbunyi melihat perjuangan keras yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di lapangan. "I’m so proud," tambah Advocaat, pelatih Curaçao.
Mantan pelatih yang sempat mundur karena masalah kesehatan putrinya ini memuji para pemain yang tampil habis-habisan menghadapi gempuran pemain bintang Ekuador. "We have come from nothing and they fought like lions. It will be a big party on the island tonight and they deserve it," kata Advocaat, pelatih Curaçao. Di kubu lawan, kegagalan mengonversi peluang menjadi gol membuat langkah Ekuador kian berat karena mereka diwajibkan menang melawan Jerman pada laga terakhir fase grup demi menjaga peluang lolos ke babak gugur.
"There are things you cannot explain in football – we’ve had 27 shots on goal but we couldn’t score," kata Sebastián Beccacece, pelatih Ekuador.
Beccacece mengakui kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh timnya serta para pendukung La Tri yang memenuhi stadion. "It is normal to feel this pain but we still have a chance to put things right," ujar Beccacece, pelatih Ekuador. Sebelum jalannya pertandingan, Beccacece juga sempat mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan kekuatan Curaçao yang menempati peringkat 83 FIFA.
"We are not Germany," tutur Beccacece, pelatih Ekuador.
Ekuador yang diperkuat bek Arsenal Piero Hincapié dan Willian Pacho dari Paris Saint-Germain sebenarnya langsung menekan sejak menit kedua melalui peluang emas Enner Valencia, namun digagalkan oleh Room yang mengalihkan bola ke luar tiang gawang. Penyelamatan demi penyelamatan terus dilakukan Room dari peluang Kevin Rodríguez, Moisés Caicedo, hingga sundulan Pacho demi mengamankan skor kacamata hingga laga usai.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow