Diagnosis Nodul Paru-Paru Franco Baresi Mengungkap Tantangan Kanker

Smallest Font
Largest Font

Prosedur pengobatan nodul paru-paru yang dijalani legenda AC Milan Franco Baresi sebelum wafat pada Jumat, 31 Juli 2026, menyoroti tingginya tantangan penanganan kanker paru-paru. Baresi sebelumnya menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru dan terapi imunisasi sejak Agustus 2025.

Meskipun pihak keluarga dan klub tidak secara eksplisit menyebutkan istilah kanker, tahapan medis yang dijalani mantan pesepak bola tersebut selaras dengan protokol penanganan karsinoma paru-paru. Imunoterapi umumnya diberikan kepada pasien kanker paru-paru, baik secara mandiri maupun dikombinasikan dengan metode pengobatan lainnya.

"Imunoterapi awalnya diperkenalkan dalam praktik klinis untuk mengobati neoplasma stadium lanjut atau metastatik, guna memperlambat perkembangan penyakit dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien," ujar Massimo Di Maio, President Associazione Italiana di Oncologia Medica (Aiom).

Di Maio menambahkan bahwa imunoterapi kini juga diberikan sebagai terapi konsolidasi setelah kemoterapi dan radioterapi pada penyakit lokal lanjut yang tidak dapat dioperasi. Metode ini turut diterapkan sebagai perawatan neoadjuvan sebelum pembedahan serta adjuvan setelah operasi untuk menekan risiko kambuh pada stadium awal.

"Khususnya dalam dekade terakhir, penelitian ilmiah telah membuat kemajuan penting dan tingkat kelangsungan hidup pasien, yang selama bertahun-tahun berhenti pada beberapa bulan, kini berhasil diperpanjang hingga beberapa tahun dalam jumlah kasus yang terus meningkat," kata Di Maio.

Ia menjelaskan bahwa hadirnya obat imunoterapi dan terapi target molekuler memberikan hasil signifikan bagi kesembuhan atau penambahan usia harapan hidup pasien. Namun, tingkat agresivitas dari berbagai subtipe kanker paru-paru sangat menentukan prognosis medis setiap penderita.

"Kanker paru-paru tetap sulit diobati karena lebih dari 70 persen pasien datang terlambat untuk diagnosis, ketika penyakit sudah berada di stadium lanjut dan peluang untuk sembuh sayangnya berkurang," tutur Di Maio.

Menurut laporan Corriere della Sera, Italia mencatat sekitar 45 ribu diagnosis baru kanker paru-paru setiap tahunnya. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di negara tersebut, di mana hanya 30 persen penderita yang kondisinya masih dapat dioperasi saat pertama kali terdiagnosis.

"Saat ini ada pemeriksaan yang dapat menyelamatkan nyawa mereka yang paling berisiko: CT scan spiral (tomografi terkomputasi dada dosis radiasi rendah) efektif untuk mendeteksi karsinoma paru-paru pada stadium awal, ketika probabilitas kesembuhan permanen tinggi," kata Di Maio.

Di Maio menegaskan bahwa pemeriksaan tahunan tersebut sangat dianjurkan bagi perokok berat atau mantan perokok berat, mengingat 85 persen kasus kanker paru-paru terjadi pada kelompok tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed