DIY Peringati Kemerdekaan Lewat Bahasa Isyarat dan Pembentangan Bendera
Rangkaian peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Daerah Istimewa Yogyakarta diwarnai aksi pemecahan rekor MURI pembacaan teks Proklamasi dan Pancasila menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas di depan Istana Negara Gedung Agung dan Benteng Vredeburg Yogyakarta, Kamis (14/8/2026). Aksi kolaboratif tersebut diselenggarakan untuk memperkuat semangat inklusi serta persatuan dalam keberagaman di tengah masyarakat. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai prinsip pembangunan inklusif harus menempatkan kesetaraan sebagai fondasi utama agar tidak ada warga yang tertinggal.
"Acara ini menurut saya bagus karena bagaimana inklusi itu betul-betul diangkat. Pembangunan berbasis inklusi, kemudian no one left behind itu menjadi satu hal yang penting," ujar Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Sebagai bentuk komitmen terhadap hak-hak warga disabilitas, Pemkot Yogyakarta memastikan seluruh anak penyandang disabilitas mendapatkan akses pendidikan gratis baik di sekolah negeri maupun swasta. "Jangan khawatir tidak bisa masuk sekolah negeri, jangan khawatir nanti harus bayar di swasta karena kami juga akan menanggung itu semua," kata Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Pihaknya juga meminta masyarakat aktif melapor jika masih menemukan kendala akses pendidikan inklusif di wilayahnya. "Kalau seandainya belum, ada yang belum, ada yang kelewatan, hubungi langsung Dinas Pendidikan," ungkap Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Selain menjamin fasilitas pendidikan, Pemkot Yogyakarta terus mendorong kepercayaan diri para penyandang disabilitas untuk berprestasi dan berkontribusi secara luas. "Banyak orang yang fisiknya belum tentu sempurna tetapi prestasinya luar biasa. Banyak juga orang yang fisiknya sempurna tapi belum tentu berprestasi," ucap Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta. Dukungan moral tersebut disampaikan guna memastikan seluruh elemen masyarakat dapat bertumbuh bersama tanpa hambatan fisik.
"Bagi para difabel yang ada di Kota Yogyakarta, ayolah kita tetap maju untuk diri kita, untuk masyarakat kita dan untuk bangsa dan negara," tutur Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Pemerintah Daerah DIY menekankan pentingnya pengakuan dan kesempatan berpartisipasi bagi setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat. "Hari ini kita menyaksikan pembacaan teks Proklamasi menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas." "Tentu ini adalah inisiatif yang sangat layak kita apresiasi bersama: bukan pada upaya pencatatan rekor itu sendiri, melainkan pada esensi pesan yang hendak disampaikan," kata Sri Paduka Paku Alam, Wakil Gubernur DIY.
Penyampaian teks Proklamasi lewat bahasa isyarat dinilai menjadi penegasan atas nilai kebangsaan yang dapat dijangkau seluruh elemen tanpa terkecuali.
"Kiranya pencatatan rekor hari ini, dapat menjadi satu lagi batu loncatan bagi kita semua, dalam memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi fondasi bangsa Indonesia." "Mari senantiasa maknai kemerdekaan sebagai ikhtiar yang yang tak kenal akhir," papar Sri Paduka Paku Alam, Wakil Gubernur DIY.
Dari tingkatan pusat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menegaskan bahwa partisipasi inklusif ini selaras dengan amanat konstitusi dan program Asta Cita Presiden RI untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang mudah diakses serta terjangkau bagi seluruh anak Indonesia. "Sesuai amanah konstitusi UUD 1945, Pasal 31, jelas bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan."
"Pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, termasuk warga negara yang memiliki kelainan fisik maupun kelainan intelektual juga berhak mendapatkan pendidikan khusus," paparnya Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan pendidikan demi mendukung pencapaian visi nasional jangka panjang. "Kami berkomitmen mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan untuk semua anak Indonesia, siapa pun mereka, di manapun mereka berada."
"Dan dengan semangat kemerdekaan, kami ingin menumbuhkan terus semangat untuk melaksanakan amanat konstitusi mendukung Asta Cita Presiden mewujudkan Indonesia Emas 2045," imbuhnya Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Melengkapi kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI, KOREM 072/Pamungkas bersama Pemda DIY, TNI, POLRI, dan masyarakat juga menggelar acara Jogja Merah Putih berupa pembentangan bendera sepanjang 481 meter dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Km Jogja pada Sabtu (15/8/2026) sore, serta dilanjutkan di Pantai Parangtritis pada Sabtu (22/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow