Benarkah Semprot Parfum di Leher Bisa Sebabkan Kanker Tiroid? Ini Penjelasan Dokter

Smallest Font
Largest Font

Pertanyaan mengenai keamanan menyemprotkan parfum ke area leher masih sering muncul di masyarakat. Hal ini terjadi karena beredarnya anggapan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu timbulnya kanker tiroid.

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Diani Kartini menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah hoaks. Menurutnya, menyemprotkan parfum ke kulit leher tidak terbukti secara ilmiah menyebabkan kanker tiroid.

"Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya," kata Diani beberapa waktu lalu.

Penyakit ini sebenarnya terjadi ketika sel-sel abnormal pada kelenjar tiroid tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor ganas. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui secara pasti oleh dunia medis.

Meskipun penyebab pastinya belum ditemukan, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor lingkungan dan kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tiroid.

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Faktor Risiko Keterangan
Paparan Radiasi Terutama pada area kepala dan leher akibat terapi radiasi medis masa kanak-kanak.
Faktor Keturunan Adanya riwayat genetik atau keluarga yang memiliki penyakit serupa.
Kekurangan Yodium Dapat memicu penyakit gondok dan meningkatkan kerentanan jaringan tiroid.

Menurut Diani, paparan radiasi merupakan salah satu faktor yang paling perlu diperhatikan karena berkaitan dengan riwayat terapi radiasi atau paparan radiasi medis tertentu, terutama pada masa kanak-kanak.

Penggunaan parfum sehari-hari di area leher dinyatakan aman dan boleh dilakukan. Hal ini tidak memicu pembentukan sel kanker selama pemakaiannya wajar dan tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit.

Diani menjelaskan bahwa parfum yang mengenai kulit leher tidak memiliki mekanisme yang terbukti dapat memicu pembentukan kanker tiroid.

"Kalau misal tersemprot di kulit (saja), bisa sebabkan kanker tiroid, itu hoaks ya," tegasnya.

Lebih lanjut, Diani juga menjelaskan bahwa beberapa zat memang dapat bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Namun, efek tersebut sangat bergantung pada jenis zat, dosis paparan, dan cara kerjanya.

Sebagai contoh, paparan zat tertentu pada jaringan yang sebelumnya sudah mengalami radiasi dapat memiliki risiko berbeda dibandingkan kulit normal. Meski demikian, hal itu tidak membuat parfum biasa otomatis berbahaya.

Panduan Aman Menggunakan Parfum

Meskipun aman dari risiko kanker tiroid, pengguna tetap perlu memerhatikan cara pemakaian parfum yang benar agar kesehatan kulit di area leher tetap terjaga dengan baik.

  • Semprotkan parfum secukupnya.
  • Hindari penggunaan pada kulit yang sedang luka atau iritasi.
  • Lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu jika memiliki kulit sensitif.
  • Simpan parfum sesuai petunjuk agar kualitasnya tetap terjaga.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed