Dokter Ungkap Sinyal Bahaya Cedera Saat Lomba Kemerdekaan

Smallest Font
Largest Font

Semangat tinggi dalam memeriahkan lomba Hari Kemerdekaan sering kali membuat peserta mengabaikan kondisi fisik tubuh demi meraih kemenangan. Berbagai aktivitas fisik ekstrem seperti balap karung, tarik tambang, hingga panjat pinang berisiko memicu cedera jika dipaksakan saat kondisi badan lelah, seperti dilansir dari Detik Health. Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital dr Oryza Satria SpOT(K) menjelaskan bahwa euforia perlombaan kerap menyamarkan sinyal bahaya yang dikirimkan oleh tubuh.

"Peserta sebaiknya langsung berhenti bila muncul nyeri tajam mendadak, rasa seperti robek atau bunyi 'pop', sendi terasa tidak stabil, kehilangan kekuatan secara tiba-tiba, tidak mampu menapak atau menggunakan anggota tubuh secara normal, kesemutan atau mati rasa, pusing, sesak, atau merasa hampir pingsan," kata dr Oryza.

Meskipun rasa pegal dan lelah tergolong wajar setelah beraktivitas, dr Oryza menegaskan bahwa rasa sakit yang tidak biasa dan gangguan fungsi sendi tidak boleh diabaikan. Risiko cedera ringan mudah terjadi akibat gerakan mendadak yang eksplosif, jatuh, atau berada di arena perlombaan yang licin.

"Yang paling sering biasanya cedera ringan seperti lecet, memar, keseleo, strain otot, dan nyeri setelah aktivitas," katanya. Selain masalah ringan, dr Oryza mengingatkan bahwa dampaknya bisa memicu masalah kesehatan yang jauh lebih parah pada area anggota tubuh.

"Tetapi sesekali bisa terjadi cedera yang lebih serius seperti dislokasi bahu, patah tulang pergelangan tangan atau lengan, cedera ligamen, bahkan cedera kepala akibat jatuh," katanya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed