Dokumentasi Proklamasi Kemerdekaan RI Hanya Tersisa Tiga Foto

Smallest Font
Largest Font

Momen bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta rupanya hanya terdokumentasikan dalam tiga lembar foto. Terbatasnya bukti visual peristiwa krusial tersebut dipicu oleh kepanikan serta suasana mencekam di lokasi kejadian, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kepanikan di kediaman Ir Soekarno memicu sejumlah kekeliruan teknis menjelang pembacaan naskah. Wakil Wali Kota Soerwijo sempat meminta Mr Wilopo mempersiapkan perlengkapan acara. Di saat bersamaan, Sudiro menginstruksikan S Suhud untuk menyediakan tiang bendera.

Suhud yang dilanda ketegangan lupa bahwa rumah Soekarno memiliki tiang bendera dari besi. Ia justru mendatangkan bambu, membersihkannya, mengikatkan tali, lalu menanamnya di area teras. Ketegangan serupa dialami warga yang menunggu kepastian jadwal acara hingga menjelang siang hari.

Kondisi penuh tekanan juga dirasakan Latief Hendradiningrat, anggota Pembela Tanah Air (PETA) yang bertugas mengibar bendera bersama Suhud Sastro Kusumo. Latief bertugas memberi aba-aba agar barisan pemuda berdiri tegak, lalu memimpin Soekarno-Hatta menuju posisi mikrofon.

Di tengah kepanikan tersebut, Latief terlewat menghubungi Soertato dari Perusahaan Film Negara (PFN), lembaga yang sebelumnya bernama Berita Film Indonesia (BFI). Akibat kekhilafan ini, tidak ada tim dokumentasi resmi yang hadir merekam keseluruhan jalannya acara.

Prosesi sejarah tersebut akhirnya berhasil diabadikan oleh fotografer Frans Soemarta Mendur. Sosok yang kemudian mendirikan kantor berita foto Indonesian Press Photo Service (IPPHOS) pada Oktober 1946 ini memanfaatkan tiga lembar pelat film yang tersisa di kameranya.

Tiga bidikan Frans Mendur merekam detik-detik Soekarno membacakan teks Proklamasi, proses pengibaran bendera Merah Putih, serta suasana para hadirin yang menyaksikan peristiwa itu. Rangkaian acara yang berlangsung selama satu jam tersebut menjadi bukti otentik lahirnya Republik Indonesia.

Usai pembacaan naskah berakhir, kabar kemerdekaan menyebar cepat ke berbagai daerah hingga mancanegara. Para pemuda, mahasiswa, pegawai jawatan perhubungan, serta wartawan Indonesia di kantor berita Jepang Domei berjuang menyebarkan berita tersebut meski fasilitas kantor mereka telah disegel pemerintah Jepang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed