Ecuador Tantang Meksiko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Ecuador siap menghadapi tuan rumah Meksiko dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah sempat terhambat masalah logistik perjalanan dan gangguan dari suporter lawan.
Skuat Ecuador tiba di hotel mereka yang berada di distrik Santa Fe dengan keterlambatan lebih dari tiga jam dari jadwal semula. Perjalanan udara yang biasanya memakan waktu sekitar tiga jam dari kamp mereka di Columbus, Ohio, membengkak menjadi hampir sembilan jam akibat kendala operasional.
Pelatih tim nasional Ecuador, Sebastián Beccacece, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan konferensi pers di Stadion Azteca akibat kendala tersebut namun menegaskan skuatnya tetap fokus.
"Disculpen si tenemos la cara de cansancio" ujar Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Keterlambatan ini menambah daftar masalah logistik turnamen setelah sebelumnya Uruguay dan Irán juga mengalami kendala serupa. Meski demikian, Beccacece menyatakan bahwa timnya tidak akan mencari alasan dan siap bertarung memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
"Se dio así, tengo que aceptarlo y confío que mis guerreros mañana van a combatir" tegas Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Selain masalah penerbangan, para pemain Ecuador juga terganggu oleh ratusan pendukung Meksiko yang melakukan aksi bising di sekitar hotel hingga dini hari sebelum akhirnya dibubarkan polisi. Tantangan lain yang harus dihadapi skuat La Tricolor adalah faktor ketinggian Kota Meksiko yang mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut.
Meskipun Ecuador terbiasa bermain di Quito dengan ketinggian lebih tinggi, sang pelatih menyebut mayoritas pemainnya kini merumput di luar negeri dan tidak melakukan persiapan khusus terkait ketinggian.
"Nuestros futbolistas ya no están en Quito hace tiempo" kata Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Beccacece menambahkan bahwa timnya tidak gentar menghadapi tekanan publik tuan rumah di Stadion Azteca setelah sebelumnya berhasil lolos secara dramatis berkat kemenangan 2-1 atas Jerman.
"No nos hemos preparado en ningún aspecto con el tema de altura" lanjut Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Pihak lawan juga menyadari besarnya tekanan dalam laga penentuan ini. Pelatih tim nasional Meksiko, Javier Aguirre, memberikan pandangannya mengenai situasi eksternal dan menyatakan ketidaktahuannya mengenai gangguan emosional yang dialami tim.
"Nos dieron por eliminado, que no le podíamos ganar a Alemania" cetus Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Beccacece menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa lembaran prediksi di atas kertas sudah tidak berlaku di turnamen ini.
"Los papeles se quemaron hace rato ya en el Mundial... hay poca memoria, poco análisis, sólo se ve el resultado y no gasto energía en eso" pungkas Sebastián Beccacece, Pelatih Ecuador.
Di kubu berseberangan, pelatih Meksiko Javier Aguirre merespons situasi timnya menjelang laga hidup mati tersebut. Aguirre mengaku terkejut dengan hal-hal di luar teknis yang tidak bisa ia kendalikan.
"Voy a regañar a mis hijos, ellos tienen que decirme y no me han dicho nada, diría que ni mis jugadores. Yo nunca la había oído, me sorprendió, no tengo más que decir al respecto, es algo que no conozco, que no controlo, controlo a mis 26 jugadores, intento desarrollar un plan de juego, hay muchas variables, intentamos minimizar los riesgos y ganar, a partir de ahí, no controlo lo que no me corresponde, voy a regañar a mis hijos." kata Javier Aguirre, Pelatih Meksiko.
Aguirre memuji profil skuatnya yang didominasi pemain muda namun memperlihatkan kematangan mental yang luar biasa di atas lapangan.
"Es sorprendente la madurez de estos chavos, tienen 17 a 21 o 22, te contagian, yo tengo 67 y siempre dije que podría ser el padre, ahora sería el abuelo, son chavos que no tienen miedo a nada, salen al campo, contagian a muchos, piensan cosas muy buenas." ujar Javier Aguirre, Pelatih Meksiko.
Mengenai kekuatan Ecuador, Aguirre menyatakan rasa hormat yang tinggi terhadap perkembangan sepak bola negara Amerika Selatan tersebut.
"Tenemos que hacer un partido casi perfecto para seguir en la competencia. Ecuador ha crecido mucho y es un rival de muchísimo respeto." tutur Javier Aguirre, Pelatih Meksiko.
Aguirre memilih bersikap waspada berdasarkan pengalaman panjangnya, meskipun ia membiarkan para pemainnya tetap optimis.
"En lo particular siempre es interesante, el común denominador es el optimismo, yo soy cauto, precavido, experiencias, muchas batallas ganadas y perdidas, en ese sentido, no soy quién para limitar a nadie, los dejo que sueñen y que se entreguen en la cancha." tambah Javier Aguirre, Pelatih Meksiko.
Sebagai penutup, Aguirre menekankan bahwa kehadiran suporter tuan rumah di Stadion Azteca akan menjadi faktor pembeda terbesar bagi performa timnya.
"La gran diferencia, sin lugar a dudas, es nuestra localía. Como nunca es nuestro gran jugador número 12 (...) nos motiva muchísimo." jelas Javier Aguirre, Pelatih Meksiko.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow