Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026 Usai Ditekuk Spanyol 0-1
Tim nasional Argentina menelan kekalahan 0-1 dari Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026 akibat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kekalahan ini kembali memicu sorotan terhadap dampak absennya Ángel Di María yang telah pensiun dari tim nasional dua tahun sebelumnya.
Tim asuhan Lionel Scaloni mencatatkan rekor ofensif terburuk dalam sejarah final Piala Dunia bagi Argentina. Sepanjang 90 menit waktu normal, Argentina gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang dan hanya membukukan dua tembakan melenceng, berbanding 20 tembakan dari Spanyol dengan 12 di antaranya tepat sasaran.
Dominasi Spanyol juga terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 65 persen dibanding 35 persen milik Argentina. Kondisi Argentina makin memburuk usai Enzo Fernández menerima kartu merah pada menit ke-90+3, yang memaksa kiper Emiliano Martínez melakukan 11 penyelamatan sepanjang laga untuk menahan gempuran lawan.
Sebelum turnamen dimulai, para pemain dan staf pelatih Argentina sempat membujuk Di María untuk membela tim nasional di Piala Dunia 2026. Namun, mantan pemain sayap tersebut menolak tawaran tersebut secara tegas dan tidak masuk dalam daftar skuat resmi.
"Kami memintanya untuk datang dan mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya. Dia telah pergi, dan tidak ada cara untuk meyakinkannya. Kami sudah mencoba, tetapi keputusannya sudah bulat," kata Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.
Scaloni memberikan apresiasi atas kontribusi besar sang pemain selama membela tim nasional sebelum memutuskan pensiun dari panggung internasional.
"Dia pensiun sebagai pemenang, dan sebagai salah satu pesepak bola terbaik dalam sejarah kami," kata Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.
Catatan statistik menunjukkan Argentina selalu menelan kekalahan pada laga final saat Di María absen atau bermain dalam kondisi tidak fit, seperti pada final Piala Dunia 2014 serta Copa América 2015 dan 2016. Sebaliknya, Argentina sukses meraih gelar juara pada Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024 saat Di María tampil bugar.
Di María mengakhiri karier internasionalnya dengan mengemas 145 penampilan, 31 gol, dan 32 assist. Selain itu, ia menempati urutan kedua dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak di sejarah Copa América sebanyak 28 pertandingan, tepat di belakang Lionel Messi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow