Ekuador dan Pantai Gading Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Ekuador dan Pantai Gading berhasil memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah masing-masing mengalahkan Jerman dan Curacao dalam pertandingan terakhir Grup E pada Jumat dini hari WIB.

Dilansir dari FIFA dan Tempo.co, Ekuador menundukkan Jerman dengan skor 2-1 di New York Stadium, New Jersey, sementara Pantai Gading membungkam Curacao 2-0 di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat.

Hasil tersebut membuat Jerman tetap memimpin klasemen Grup E dengan enam poin, unggul selisih gol dari Pantai Gading di posisi kedua, sedangkan Ekuador berada di peringkat ketiga dengan empat poin dan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Pertandingan antara Ekuador dan Jerman di MetLife Stadium disaksikan oleh 80.663 penonton, yang menurut laporan FIFA, memecahkan rekor total kehadiran penonton Piala Dunia sepanjang sejarah dengan jumlah 3.605,357 penonton hingga laga ke-56.

Jerman unggul lebih dulu melalui gol cepat Leroy Sane pada menit kedua memanfaatkan umpan Florian Wirtz, sebelum Ekuador membalas lewat tendangan jarak jauh Nilson Angulo pada menit kesembilan dan gol penentu Gonzalo Plata pada menit ke-77.

Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, langsung berlari ke tribun untuk merayakan kemenangan bersejarah ini, yang menjadi kelolosan kedua Ekuador ke fase gugur setelah edisi 2006.

"I invite everyone to keep united," ujar Sebastian Beccacece, Pelatih Ekuador. "That's what we did today."

Kekalahan ini menghentikan rekor 11 kemenangan beruntun Jerman, namun kapten Joshua Kimmich tetap bersuara lantang mengenai performa timnya yang banyak melakukan kehilangan bola.

"We keep inviting the opponent to attack by turning the ball over, which makes them stronger," kata Joshua Kimmich, Kapten Jerman. "Fortunately, this doesn't change much. But we can't afford any more losses.

That much is clear. We can't let in one or two goals every game. We have to minimize the number of turnovers, and then we can beat anyone."

Kimmich juga menambahkan pandangannya mengenai perbedaan keinginan menang antara kedua tim di lapangan setelah pertandingan berakhir.

"The difference today was that the opponent wanted to win more than us," tutur Joshua Kimmich, Kapten Jerman.

Pernyataan kapten tersebut langsung dibantah oleh pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, yang menilai anggapan tersebut terlalu menyederhanakan masalah.

"Ecuador wanted it more than us? That's nonsense," cetus Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman.

Nagelsmann juga membela keputusan rotasi dan pergantian pemain yang dilakukannya pada babak kedua, termasuk memasukkan Malick Thiaw menggantikan Kimmich.

"Of course, we made substitutions differently than we would have otherwise — perhaps at moments when we absolutely needed another goal. But I can’t say to any player now that he didn't give it his all. That's far too simplistic for me," bela Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman.

Mantan pelatih Bayern Munich itu menegaskan bahwa fokus utama yang harus diambil oleh timnya dari kekalahan ini adalah aspek kesabaran di atas lapangan.

"The most important lesson we can take is patience," puji Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman. "When you start so well, we have to focus more on patience. If we get the lead we have to be more calm in certain situations."

Sementara itu, pada pertandingan lain, Nicolas Pepe menjadi bintang kemenangan Pantai Gading dengan memborong dua gol pada menit ke-7 dan ke-64 setelah menerima umpan dari Yan Diomande dan Ibrahim Sangare.

Jerman dijadwalkan akan memainkan pertandingan babak 32 besar mereka pada hari Senin di Foxborough, Massachusetts, dengan kemungkinan menghadapi Paraguay, Australia, atau Swedia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed