Fanny Ghassani Bersiap Debut Lari Nomor 10K di Jakarta
Selebritas Fanny Ghassani dijadwalkan melakoni debut lari di nomor 10K pada ajang RunXperience 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 4 Oktober 2026. Fanny mengambil tantangan ini setelah sebelumnya menyelesaikan ajang lari jarak 5K dan 8K, sebagaimana dilansir dari Detik Sport pada Rabu (9/9/2026).
Keterlibatan di kategori 10K menjadi pijakan bagi perempuan berusia 35 tahun tersebut sebelum menjajal jarak yang lebih jauh seperti Half Marathon atau Full Marathon. Meski terus meningkatkan jarak tempuhnya, ia memilih untuk tidak mematok target pencapaian waktu tertentu.
"Saya lari 5K sudah, 8K sudah, jadi habis itu 10K saja. Ini perdana bagi saya ikut di nomor tersebut," kata Fanny saat ditemui di kawasan Semanggi, Rabu (9/9/2026).
Keputusannya untuk tidak menetapkan target waktu dipengaruhi oleh kesibukannya di dunia hiburan yang tidak memungkinkan jadwal latihan secara rutin layaknya pelari profesional.
"Enggak ada target sih. Saya kalau lari tuh inginnya menganggap lari tuh sesuatu yang fun gitu. Tidak pernah ada target. Saya belum sampai di tahap misalnya lari 10K harus satu jam gitu," dia mengungkapkan.
Fanny menilai bahwa pendekatan tanpa beban sangat penting agar kegiatan olahraga tetap terasa menyenangkan di tengah kesibukan kerja.
"Daripada saya terbebani dengan berapa waktu yang akan saya capai nanti, lebih baik yang penting larinya fun aja. Karena mengingat waktu latihan itu juga enggak akan bisa sama kayak mereka yang serius lari. Kerjaan kita kan tidak kayak pekerja kantoran pada umumnya," kata Fanny.
Minat Fanny terhadap olahraga lari sejatinya didorong oleh kebutuhan fisik untuk mengikuti kompetisi kebugaran Hyrox, yang menggabungkan lari dengan latihan fungsional. Guna memperkuat ketahanan fisiknya, ia mulai menambah intensitas latihan serta mengikuti ajang perlombaan.
"Sebenarnya dari dulu aku penasaran kenapa tidak bisa lari. Karena kayak kok aku bisa enggak suka lari, di saat semua orang suka lari," tuturnya.
Kebutuhan latihan pada delapan sesi lari di ajang Hyrox memaksanya untuk terus melatih kecepatan dan daya tahan secara mandiri.
"Sampai akhirnya aku seriusi lari karena hyrox. Di hyrox itu aku harus delapan kali lari, delapan kali station, jadi mau enggak mau, aku harus belajar bagaimana caranya lari cepat. Di situ lah aku memaksa diri lari."
Ia juga menegaskan bahwa dorongan berlari murni berasal dari inisiatif pribadi demi menunjang performa fisiknya.
"Jadi kalau ditanya siapa yang ajak (lari)? Enggak ada, dari diri sendiri saja. Kalau tak latihan lari, aku pasti KO. Sebab, habis lari, lalu narik, jadi harus di-combine," tegasnya.
Selain mendukung persiapannya di Hyrox, Fanny memandang olahraga lari sebagai sarana untuk menjaga kesehatan jantung dan melengkapi latihan beban yang rutin dilakukannya.
"Aku ekspetasinya gitu (berdampak pada hyrox) tapi lebih dari itu lari buat kesehatan otot jantung. Sementara angkat beban lebih ke tulang, otot, yang dibentuk. Jadi aku juga perlu latihan untuk cardionya. Jadi aku mau," ujarnya.
Ia memilih untuk tetap menjaga kecepatan lari yang wajar tanpa memaksakan kondisi fisiknya secara berlebihan.
"Tapi aku tak mau memaksakan diri mengingat aku bukan atlet atau waktu aku. Ini bukan pekerjaan aku, ya sadar diri saja. Jadi pace santai-santai tapi enggak pelan, enggak kencang juga," pungkasnya.
Rangkaian RunXperience 2026 sendiri diselenggarakan di dua kota. Seri pertama telah berlangsung di Balai Kota Surabaya pada 19 Juli 2026 dengan diikuti 3.500 peserta untuk kategori 2,5K, 5K, dan 10K, sedangkan seri Jakarta menyediakan pilihan kategori 2,5K Fun Run, 5K, 10K, hingga 21K.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow