FC Bayern Berencana Jual Lima Persen Saham Rp4,6 Triliun
Klub raksasa Jerman FC Bayern München dilaporkan tengah merencanakan penjualan lima persen sisa saham FC Bayern München AG kepada Viessmann Generations Group dengan nilai sekitar 250 juta euro atau setara Rp4,6 triliun.
Laporan media lokal Münchner Merkur dan tz menyebutkan bahwa pelepasan porsi saham tersebut akan mengurangi kepemilikan klub induk FC Bayern e.V. dari 75 persen menjadi 70 persen, sehingga kontrol mayoritas tetap berada di tangan klub.
Pembeli porsi saham tersebut dikabarkan bukan anak perusahaan Viessmann Climate Solutions yang telah dijual ke Carrier Global pada 2023, melainkan holding Viessmann Generations Group yang dipimpin oleh Max Viessmann.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat FC Bayern tersebut berpotensi membawa holding miliknya menjadi pemegang saham strategis keempat setelah Adidas, Audi, dan Allianz yang masing-masing menguasai 8,33 persen saham.
Penjualan porsi lima persen saham ini dapat dilakukan tanpa memerlukan persetujuan dari para anggota klub berdasarkan anggaran dasar yang berlaku.
Mantan Presiden FC Bayern Uli Hoeneß dalam sebuah siniar pada November 2025 sempat menjelaskan batasan pelepasan saham klub kepada pihak luar.
"Kami memiliki kesepakatan dengan anggota kami bahwa kami tidak akan menjual lebih dari 30 persen. Secara teoritis kami bisa menjual lima persen tanpa bertanya kepada anggota. Untuk lebih dari itu kami membutuhkan mayoritas dua pertiga. Dan saya tidak berpikir kami akan pernah mendapatkannya," kata Hoeneß.
Pihak FC Bayern maupun Viessmann Generations Group belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar transaksi bernilai ratusan juta euro tersebut.
Direktur Olahraga FC Bayern Max Eberl memberikan pandangannya mengenai kabar rencana Penjualan saham tersebut saat memperkenalkan pemain baru Ismael Saibari.
"Saya berada sangat jauh dari topik tersebut," kata Eberl.
Ia menambahkan bahwa proses negosiasi strategis seperti itu merupakan wewenang penuh dari klub induk serta Presiden Herbert Hainer.
"Apa yang saya ketahui secara umum tentang FC Bayern dan juga pelajari hari ini adalah bahwa klub tentu selalu berpikir bagaimana agar dapat terus stabil," ujar Eberl.
Eberl menilai langkah strategis manajemen sangat krusial untuk menjaga daya saing klub di tengah industri sepak bola modern.
"Ini tentang tetap kompetitif di dunia sepak bola yang gila ini. Dan saya yakin presiden kami Herbert Hainer bersama rekan-rekannya memajukan hal ini dengan sangat visioner. Tapi itu tadi bicara secara umum saja," kata Eberl.
Kerja sama antara Viessmann dan FC Bayern sendiri telah terjalin sejak 2018 dan terus diperluas hingga mencakup tim utama wanita serta kesepakatan kemitraan hingga tahun 2029.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow