Febby Rastanty dan Rangga Azof Bintangi Sinetron Biarkan Hati Bicara

Smallest Font
Largest Font

Aktor Febby Rastanty, Rangga Azof, dan Rendi John membeberkan pengalaman serta tantangan mendalami peran dalam sinetron Biarkan Hati Bicara saat wawancara daring di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Sinetron yang ditayangkan stasiun televisi SCTV ini mengisahkan kehidupan perawat bernama Arina yang terlibat konflik asmara serta keluarga.

Febby Rastanty yang kembali ke layar kaca memerankan tokoh Arina, seorang tenaga medis tegar yang memiliki masa lalu kelam akibat kematian ibunya. Dalam alur cerita, Arina menghadapi konflik cinta rumit bersama dua saudara tiri, Fico dan Reno.

"Biasanya aku memainkan peran perempuan tertindas dan menangis, tapi karakter Arina ini berani," kata Febby Rastanty, bintang sinetron Biarkan Hati Bicara.

Untuk mendalami profesinya sebagai perawat, Febby melakukan riset mendalam serta menjalani bimbingan khusus di lokasi pengambilan gambar.

"Aku mendapat pendampingan langsung dari tenaga kesehatan saat proses syuting agar setiap tindakan medis yang dilakukan itu yang benar-benar seperti," ujar Febby Rastanty.

Febby mengaku tidak canggung beradu akting dengan para pemain lain karena pernah terlibat dalam proyek bersama sebelumnya. Dari peran Arina yang diampunya, ia memetik pelajaran untuk tidak pantang menyerah.

"Enggak boleh menyerah selama yang kita yakini itu benar," kata Febby Rastanty.

Ia pun menambahkan kesan positif saat membangun ikatan dengan lawan mainnya di lokasi.

"Saya pribadi sudah beberapa kali bekerja sama dengan Azof maupun Rendi dalam proyek sebelumnya sehingga tidak lagi merasa canggung saat harus membangun kedekatan sebagai lawan main," ujar Febby Rastanty.

Sementara itu, Rangga Azof menandai kembalinya ke layar kaca SCTV setelah dua tahun absen dengan memerankan karakter utama bernama Viko atau Fico. Tokoh ini digambarkan memiliki emosi yang tidak stabil akibat kurangnya kasih sayang pascameninggalnya sang ibu.

"Karakter Viko itu masa kecilnya cukup menyedihkan karena dia ditinggal sama ibunya," kata Rangga Azof, pemeran karakter Fico.

Rangga menyebut emosi tokoh Fico dipicu oleh rasa cemburu terhadap Reno yang selalu mendapat perhatian lebih dari ayah dan ibu tirinya.

"Makanya Viko menjadi pribadi yang sedikit sering tantrum dan dendam di dalam hatinya," ujarnya.

Ia melanjutkan penjelasan mengenai detail masa lalu dan dinamika keluarga yang dialami oleh karakter yang dimainkannya tersebut.

"Satu-satunya orang yang merhatiin dia tuh cuma ibunya aja. Makanya di saat ibunya pergi, dia berharap dapat dari bapaknya, malah ke Reno, makanya makin kesel," sambungnya.

Melalui peran ini, Rangga Azof menilai ada pesan moral penting mengenai pengasuhan anak yang bisa dipetik oleh para orang tua.

"Kita sebagai anak tuh emang enggak bisa memilih siapa orang tua kita, tapi yang pasti nilai-nilai kehidupan yang baik, yang bagus, yang penting tuh emang harus ditanamkan dari sejak dini," terangnya.

Ia menekankan bahwa pembentukan karakter sejak dini sangat krusial bagi masa depan anak.

"Karakter yang kuat itu menjadi fondasi yang baik untuk anak-anak. Jadi ini bagus juga untuk parenting para bapak dan ibu-ibu kepada anaknya," tambah Rangga Azof.

Rangga juga menyampaikan pandangannya mengenai kepasrahan dalam menjalani takdir kehidupan.

"Karakter Fico itu masa kecilnya cukup menyedihkan karena dia ditinggal sama ibunya. Dan dia harus hidup di satu keluarga yang benar-benar tidak mendapatkan support yang baik, positif sepeninggalan ibunya," ucap Rangga Azof.

Meski memiliki sifat pemarah, sisi baik Fico tetap muncul terutama ketika melihat Arina berada dalam kesulitan.

"Makanya dia menjadi pribadi yang sering tantrum dan dendam di dalam hatinya. Tapi ada sedikit beberapa ajaran dari ibunya untuk menjadi pria yang baik," jelas Rangga Azof.

Rangga menambahkan bagaimana bayangan sosok ibu mempengaruhi tindakan Fico saat berinteraksi dengan Arina.

"Fico tuh sebetulnya penyayang banget karena dia emang sangat mengidolakan ibunya kan. Patokan dia tuh di ibunya untuk secara karakter. Tapi dia dibangun oleh bapaknya.

Dia besar bersama bapaknya. Tapi dibuat secara karakter tuh dapatnya dari ibunya. Makanya ada beberapa scene ketika dia ngelihat Arina itu kesusahan atau jatuh dan harus dibopong.

Nah, itu dia kayak ngerasa karakter ibunya tuh terpanggil untuk membantu," jelas Rangga Azof.

Pelajaran tentang pengasuhan anak menjadi poin utama yang ia soroti dari perjalanan hidup Fico.

"Kita sebagai anak emang gak bisa memilih siapa orang tua kita. Tapi yang pasti nilai-nilai kehidupan yang baik, bagus, dan penting emang harus ditanamkan sejak dini. Karena seperti apa yang dia alami sama Fico. Dia besar bersama bapaknya, tapi dia tumbuhkan oleh ibunya," ujar Rangga Azof.

Ia berharap nilai tersebut menjadi bekal bagi anak-anak saat kelak dewasa.

"Jadi, karakter yang kuat itu menjadi fondasi baik untuk anak-anak. Ini bagus untuk parenting para bapak dan ibu kepada anaknya. Karena suatu hari nanti kan anaknya bakal dilepas. Dan itu bakal menjadi pegangan buat si anak menjadi karakter yang baik untuk orang-orang di luar sana gitu," ujar Rangga Azof.

Rangga juga mengingatkan pentingnya menerima takdir yang telah ditentukan.

"Kita harus tetap menjalani suatu hubungan yang sebenarnya emang udah ditentukan sama Tuhan. Kita tuh tidak boleh menyangkal ‘itu harusnya milik gue’ gitu loh. Kita gak boleh namanya menyalahkan takdir dan segala macam. Karena yang saya tahu kita tidak boleh memaksakan suatu kehendak yang nantinya akhirnya juga kita bakal tinggalin," ucap Rangga Azof.

Di sisi lain, kebaikan Fico selalu muncul saat melihat keteguhan Arina di tengah masalah.

"Fico sebenarnya sangat penyayang. Dia selalu teringat ajaran ibunya untuk menjadi laki-laki yang baik. Saat melihat Arina kesusahan, sisi baik itu muncul meski di dalam dirinya masih ada dendam yang besar," ujar Rangga Azof.

Sementara itu, Rendi John memerankan tokoh Reno, pria penyayang yang harus menerima kenyataan pahit saat wanita idalamannya menikah dengan saudara tirinya sendiri. Sinetron Biarkan Hati Bicara ditayangkan setiap hari pada malam hari di SCTV.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed