FIGC Tunjuk Antonio Conte Sbg Pelatih Baru Timnas Italia

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih kepala baru Gli Azzurri pada Kamis (25/6/2026) untuk memulihkan stabilitas tim nasional pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia secara beruntun.

Presiden baru FIGC, Giovanni Malago, mengambil langkah strategis ini setelah menggantikan Gabriele Gravina yang mengundurkan diri dari jabatannya akibat Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai kalah di babak play-off melawan Bosnia-Herzegovina.

Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Conte diperkirakan akan menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, dan Maroko, serta telah mendapatkan dukungan penuh dari klub-klub besar Serie A beserta jajaran perwakilan Lega Serie A.

Selain kursi kepelatihan, FIGC memprioritaskan perombakan manajemen massal dengan membidik legenda AC Milan, Paolo Maldini, untuk mengisi posisi Direktur Teknik yang memegang kendali mutlak atas entitas baru bernama 'Club Italia', meskipun laporan SportItalia dan Sport Mediaset mengindikasikan Maldini masih ragu dan cenderung menolak.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, Antonio Conte sempat merespons rumor mengenai masa depannya setelah membawa klub lamanya, Napoli, meraih gelar Scudetto dan Piala Super di kompetisi domestik.

"Jangan lupa bahwa tahun lalu, dalam tiga bulan terakhir musim, ada pembicaraan di media bahwa saya akan meninggalkan Napoli untuk pergi ke Juventus, kan?" kata Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Mantan manajer Juventus dan Chelsea berusia 56 tahun tersebut juga sempat mengomentari munculnya nama beliau dalam radar calon pelatih tim nasional sebelum keputusan final dibuat oleh federasi.

"Media harus menulis sesuatu, and sudah sepatutnya nama saya muncul sebagai bagian dari daftar itu." ujar Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Conte menambahkan pendapatnya mengenai kelayakan dirinya masuk dalam bursa manajer tim nasional sebelum resmi terpilih.

"Jika saya adalah Presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan nama saya bersama dengan yang lain. Karena banyak alasan, saya akan memasukkan Conte ke dalam daftar itu." tutur Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Ia pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap kesempatan untuk memimpin kembali skuad negaranya seperti yang pernah ia lakukan pada periode 2014 hingga 2016.

"Lagipula, saya sudah pernah bekerja dengan tim nasional dan saya tahu lingkungannya. Saya merasa tersanjung, karena mewakili negara Anda adalah sesuatu yang luar biasa," jelas Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Mengenai status kontraknya di level klub saat itu, ia sempat menyatakan niatnya untuk berdiskusi dengan manajemen klub lamanya sebelum akhirnya resmi meninggalkan Napoli.

"Kalian semua tahu betul bahwa saya masih memiliki satu tahun tersisa dalam kontrak saya dengan Napoli dan bahwa di akhir musim saya akan duduk bersama Presiden untuk membahasnya." ucap Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Selain membahas masalah internal, pelatih baru Gli Azzurri ini memberikan evaluasi mendalam mengenai kondisi persepakbolaan Italia yang gagal menembus tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.

"Sangat mengecewakan bahwa jika kami memenangkan adu penalti melawan Bosnia dan lolos ke Piala Dunia, orang-orang akan membicarakan pencapaian besar dan Italia memainkan sepak bola yang hebat." tegas Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Ia menyoroti perubahan orientasi dalam industri sepak bola modern yang kini hanya berfokus pada hasil akhir semata serta mendesak adanya pembenahan serius dan kerja sama yang lebih baik dari klub-klub domestik.

"Sayangnya, hanya hasil yang dihitung dalam olahraga ini sekarang," keluh Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Conte mengingat kembali pengalamannya terdahulu saat menukangi tim nasional, di mana ia merasa kurang mendapatkan dukungan dari pihak klub.

"Namun, setelah tiga Piala Dunia berturut-turut, sesuatu yang serius perlu dilakukan. Ketika saya menjadi CT, banyak sekali pembicaraan, tetapi saya mendapat sedikit sekali bantuan dari klub-klub." kata Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Meskipun situasi sepak bola Italia sedang berada dalam krisis terparah dalam beberapa dekade terakhir, sang pelatih optimistis masih ada aspek positif yang bisa diselamatkan dari keterpurukan tersebut.

"Sekarang semuanya dianggap sebagai bencana, tetapi bahkan dalam bencana, selalu ada sesuatu yang dapat diselamatkan," pungkas Antonio Conte, Pelatih Timnas Italia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed