FIGC Tunjuk Roberto Mancini dan Claudio Ranieri Pimpin Timnas Italia
Presiden FIGC Giovanni Malago menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru Tim nasional Italia dan Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik serta Presiden Club Italia pada Selasa, 28 Juli 2026. Penunjukan ini dilakukan setelah Paolo Maldini dan Leonardo mengundurkan diri dari jajaran manajemen.
Langkah darurat diambil setelah Maldini dan Leonardo memilih mundur akibat penolakan terhadap rencana penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih utama. Selain itu, mantan bek Giorgio Chiellini menolak tawaran mengisi posisi Direktur Teknik karena memilih bertahan di Juventus.
Saya ingin memperjelas bahwa saya sangat bahagia dengan peran saya di Juventus serta mendukung Carnevali dan klub untuk saat ini maupun masa depan, kata Giorgio Chiellini, mantan bek Timnas Italia.
Penolakan Chiellini membuat Malago mengalihkan pilihan kepada Ranieri yang akhirnya menerima tanggung jawab tersebut untuk mendampingi Mancini.
Saya membutuhkan seseorang untuk berbagi keputusan dalam memilih pelatih, dan orang tersebut adalah Claudio Ranieri. Sejak beberapa menit lalu ia telah menjamin komitmennya, ia akan menjadi sosok yang bekerja dalam peran yang sangat sensitif dan penting ini, kata Giovanni Malago, Presiden FIGC.
Penunjukan duet Mancini dan Ranieri ini mengakhiri spekulasi selama tiga bulan terakhir mengenai masa depan skuad Azzurri. Keputusan ini diambil untuk mengembalikan stabilitas tim setelah tim mengalami krisis internal.
Mantan pelatih kawakan Fabio Capello turut memberikan tanggapan keras terkait dinamika internal yang terjadi sebelum penunjukan tersebut.
Ini adalah sebuah kekacauan besar, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Capello menilai ada upaya sistematis untuk menjatuhkan pencalonan Pirlo hingga memicu mundurnya manajemen legendaris tersebut.
Untuk tidak menerimanya sebagai pelatih Tim nasional, mereka mencari-cari kesalahan hingga ke akar-akarnya untuk menentangnya, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Menurut Capello, pengunduran diri Maldini dan Leonardo merupakan reaksi yang sangat wajar atas situasi tersebut.
Merupakan hal yang sangat normal, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Ia menyebut kedua tokoh tersebut merasa tidak dihargai setelah diberi janji independensi.
Merasa dimanfaatkan, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Capello menambahkan bahwa fokus utama reformasi sepak bola Italia seharusnya tertuju pada pembenahan akademi pemain muda secara menyeluruh.
Kita harus merefundasi seluruh sektor pembinaan pemain muda, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Mengenai pihak yang sanggup menjalankan proyek jangka panjang tersebut, Capello mengaku pesimistis.
Jujur, saya tidak tahu siapa, kata Fabio Capello, mantan pelatih sepak bola.
Mancini kini mengemban tugas berat untuk membawa Italia bangkit dari krisis. Di usianya yang menginjak 61 tahun, mantan pelatih yang sempat menangani Arab Saudi tersebut tetap menjaga kondisi fisiknya melalui rutin berolahraga padel dan bersepeda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow