Film Terbaru Sacha Baron Cohen Ali G Menghadapi Pemboikotan Global

Smallest Font
Largest Font

Karakter ikonik Ali G yang diperankan Sacha Baron Cohen kembali ke layar lebar lewat film mockumentary Ali G: Who Iz I?, namun kemunculannya setelah 24 tahun ini langsung memicu kampanye pemboikotan global akibat tudingan karikatur rasis, dilansir dari Detikcom.

Platform pemantau media asal Inggris, NewsCord, menginisiasi gerakan pemboikotan massal dengan mengajak publik mengirimkan surat penolakan kepada jaringan bioskop besar di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, hingga wilayah Timur Tengah.

Hingga kini, NewsCord mengklaim telah mengirimkan lebih dari 37.000 email otomatis kepada pengelola bioskop seperti Odeon, Cineworld, Vue, Everyman, dan Showcase agar menolak penayangan film produksi Sony Pictures dan Amazon MGM Studios tersebut.

Penolakan ini didasari anggapan bahwa karakter pria kulit putih kelas menengah yang meniru budaya hip-hop masyarakat kulit hitam Inggris-Jamaika tersebut bukan sekadar satir, melainkan melanggengkan stereotip rasis.

Kritik tajam datang dari berbagai pihak di media sosial yang menganggap penggambaran budaya tersebut tidak dapat diterima.

"Ali G selama puluhan tahun telah menjadi karikatur rasis atas budaya kulit hitam Jamaika, Inggris, dan Amerika lewat perantara komedian kulit putih," tulis salah satu pengkritik di media sosial.

Penulis dan penyiar Inggris, Afua Hirsch, juga menilai lelucon yang diusung dalam film garapan Baron Cohen ini sudah usang dan tidak relevan lagi dengan kondisi masa kini.

"Orang kulit hitam tidak lagi berpakaian seperti itu, dan orang kulit putih yang meniru orang kulit hitam pun tidak lagi berbicara seperti itu. Memposisikan wanita kulit hitam secara seksual serta mengejek wanita kelas pekerja sudah tidak bisa diterima lagi," tegas Afua Hirsch, Penulis dan penyiar Inggris.

Sacha Baron Cohen yang menjabat sebagai sutradara, penulis, sekaligus produser film justru menanggapi gelombang protes ini secara santai melalui akun X miliknya saat membagikan cuplikan film.

"Di era ketika karier seorang komedian bisa hancur hanya karena satu lelucon yang dianggap tidak sopan (un-PC), saya memutuskan untuk bermain aman dan membawa orang ini kembali ke sorotan," tulis Sacha Baron Cohen, Sutradara dan Aktor.

Di sisi lain, jaringan bioskop asal Denmark, NFBIO, secara tegas menolak tuntutan pemboikotan demi mendukung prinsip kebebasan berekspresi.

"Kami menyadari bahwa satir dan karakter Sacha Baron Cohen kerap memicu perdebatan. Namun, bukan tugas kami sebagai bioskop untuk melakukan sensor atau menolak film yang didistribusikan secara legal dan ditujukan bagi penonton dewasa," tulis pihak NFBIO, Jaringan bioskop Denmark.

Sementara itu, Picturehouse membantah kabar bahwa mereka menyetujui pemboikotan. Pihak jaringan bioskop Inggris tersebut menjelaskan bahwa status belum memiliki rencana penayangan merupakan respons standar untuk film yang jadwalnya belum masuk ke sistem.

Meski menuai gelombang penolakan, film yang dijadwalkan tayang perdana pada 23 Oktober ini mendapat dukungan dari pebasket NBA Kevin Durant serta rapper A$AP Rocky, sementara Amazon MGM Studios masih enggan memberikan komentar resmi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed