Manchester City dan Chelsea Rebutkan Trofi Piala FA di Wembley
Manchester City dan Chelsea akan bertarung dalam pertandingan final Piala FA musim 2025/2026 di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 15.00 waktu setempat. Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk meraih trofi domestik di penghujung musim kompetisi Inggris.
Dilansir dari laman resmi Manchester City, tim asuhan Pep Guardiola mencatatkan rekor sebagai klub pertama yang berhasil tampil dalam empat final Piala FA secara berturut-turut. City menatap laga ini dengan modal kemenangan 3-0 atas Crystal Palace di liga pada Rabu malam lalu.
Bagi Chelsea, pertandingan ini merupakan rute paling realistis menuju kompetisi Liga Europa setelah performa buruk di liga domestik. ESPN melaporkan bahwa The Blues hanya memetik satu poin dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Primer, meski baru saja menahan imbang Liverpool 1-1.
Bek Chelsea, Trevoh Chalobah, menegaskan pentingnya pertandingan ini bagi para pemain dan penggemar klub asal London Barat tersebut di tengah musim yang tidak konsisten. Ia menilai kemenangan di Wembley akan menjadi pencapaian besar bagi skuadnya.
‘This final means a lot,’ kata Chalobah, pemain bertahan Chelsea.
Chalobah mengajak rekan-rekannya untuk memberikan kemampuan maksimal demi meraih trofi Piala FA yang memiliki sejarah besar. Ia menyebut kemenangan ini akan melengkapi koleksi tiga trofi dalam dua tahun terakhir bagi klub.
‘It’s time for us to grab it with both hands and give it our all. It has not been the season we wanted, but we have the chance to win a trophy. We know how big the FA Cup is, and to win three trophies in two years would be an achievement.’ ujar Chalobah, bek didikan akademi Chelsea.
Pemain asal Inggris tersebut mengenang pengalaman pertamanya masuk skuad tim utama saat final Piala FA musim 2017/2018 melawan Manchester United. Saat itu, ia mendapat panggilan mendadak karena cederanya Andreas Christensen.
‘It was a day that I didn’t expect,’ jelas Chalobah, pemain Chelsea.
Ia menceritakan perasaan luar biasa saat namanya masuk dalam daftar skuad pertandingan di hari final tersebut. Pengalaman berjalan di lapangan Wembley untuk pemanasan disebutnya seperti sebuah mimpi yang menjadi nyata.
‘When I saw my name listed as part of the match-day squad, it was an amazing feeling. Walking out for the warm-ups at Wembley was like a dream.’ ucap Chalobah, penggawa The Blues.
Chalobah merasa siap melakoni laga debutnya di Wembley kala itu karena telah berlatih bersama tim senior selama paruh kedua musim. Hasilnya, ia sukses membawa pulang medali juara sebagai trofi senior pertamanya.
‘It was my first time at Wembley, but because I had been training with the first team during the second half of the season, it wasn’t so daunting. I felt ready. I got a medal that day – and it was my first senior trophy.’ kata Chalobah, bek berusia 26 tahun tersebut.
Ia mengaku banyak belajar dari pemain-pemain top di ruang ganti Chelsea pada tahun 2018, seperti N'Golo Kante dan Eden Hazard. Salah satu pemain yang paling berpengaruh bagi perkembangannya adalah Antonio Rudiger.
‘Being around those top players at that time, and getting my hands on the trophy, experiencing all that as a young player, was really good for me,’ lanjut Chalobah, pemain Chelsea.
Chalobah kini merasa perannya telah berbalik dan ia memposisikan diri sebagai pemain senior yang membantu para pemain muda di skuad saat ini. Ia melihat kemiripan antara situasinya dulu dengan kondisi tim yang sekarang dipimpin Calum McFarlane.
‘I see some similarities today, except the roles have reversed. Obviously, with the young players we have in the squad, I can see myself in that role this time around.’ ujar Chalobah, bek serbabisa Chelsea.
Manchester City sendiri diprediksi akan kembali menurunkan kekuatan penuh seperti Erling Haaland dan Jeremy Doku yang sebelumnya diistirahatkan. Pertandingan final ini akan dipimpin oleh wasit Darren England dengan bantuan Peter Bankes di ruang VAR.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow