Indeks FTSE 100 Inggris Menguat Terbatas di Tengah Sentimen Geopolitik
Indeks saham unggulan Inggris FTSE 100 bergerak menguat tipis ke level 10.479 pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi waktu setempat, setelah sempat ditutup stagnan pada hari sebelumnya akibat kekhawatiran pasar terhadap kebuntuan konflik di Timur Tengah dan rilis data ekonomi domestik yang lesu.
Dilansir dari Reuters dan Yahoo Finance, indeks FTSE 100 sempat ditutup menguat sangat tipis 0,1 persen di level 10.443,47 pada Kamis, sebelum akhirnya merangkak naik 36 poin pada perdagangan Jumat pagi. Sentimen pasar dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Brent yang melonjak 2,5 persen ke level 105,11 dolar AS per barel setelah Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan cadangan uranium yang mendekati tingkat senjata untuk tetap berada di dalam negeri.
Langkah Iran tersebut memperkeras posisi Teheran terhadap tuntutan Amerika Serikat dalam perundingan damai, meskipun di sisi lain pihak Teheran menyatakan bahwa proposal terbaru dari Washington telah membantu memperkecil perbedaan di antara kedua belah pihak. Bersamaan dengan itu, data ekonomi domestik Inggris menunjukkan tekanan inflasi pada April melandai ke angka 2,8 persen yang berada di bawah ekspektasi, walaupun harga produsen melonjak akibat biaya energi terkait perang. Kondisi ini diikuti oleh penurunan penjualan ritel April sebesar 1,3 persen secara tahunan serta lonjakan pinjaman pemerintah Inggris yang mencapai 24,3 miliar poundsterling.
Mengenai kondisi inflasi tersebut, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics memberikan analisisnya terkait prospek jangka panjang perekonomian domestik.
"These figures... lend some tentative support to other evidence that suggests the conditions for a long period of high inflation are not in place," kata Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics.
Di sisi lain, pergerakan pasar saham juga mencerminkan harapan para pelaku pasar terhadap deeskalasi situasi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral Inggris menjelang pertemuan mendatang.
"Headroom is diminishing because bond yields are at multi-decade highs, underlining the jam the government - whoever leads it - finds itself it in," kata Neil Wilson, analis dari Saxo UK.
Wilson menambahkan bahwa perkembangan menuju penyelesaian ketegangan di Selat Hormuz sebelum pertemuan Bank Sentral Inggris pada Juli menjadi kunci penting untuk menghindari kenaikan suku bunga.
"Traders are hopeful of a deal between the US and Iran. Although Iran’s Supreme Leader reportedly resisted demands to remove enriched uranium from the country, Tehran has said the latest proposal from Washington had helped narrow differences between the two sides, whilst President Trump said he’d be prepared to wait “a couple of days” for a response," kata Neil Wilson, analis dari Saxo UK.
Di bursa saham London, sektor utilitas, penambang logam industri, dan ritel menjadi sektor dengan kinerja terbaik, sementara saham Autotrader merosot 8,8 persen akibat penurunan penjualan dan sektor peralatan medis melemah 1,6 persen karena tekanan margin pada perusahaan Convatec. Pada perdagangan Jumat pagi, saham perusahaan energi raksasa BP PLC juga tercatat melemah lebih dari 1 persen diikuti oleh penurunan Shell PLC sebesar 0,7 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow