Gajah Sumatera Dipindahkan dari Gembira Loka ke Tabang Zoo Kalimantan Timur

Smallest Font
Largest Font

Dua ekor gajah Sumatera bernama Deo dan Sinta dipindahkan dari Gembira Loka Zoo di Yogyakarta ke Tabang Zoo di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari pengelolaan populasi satwa dan kerja sama konservasi, dilansir dari Detik Travel.

Proses translokasi ini telah melalui perencanaan, koordinasi, dan persetujuan dari instansi berwenang termasuk Kementerian Kehutanan. Pemindahan dilakukan dengan metode multimoda untuk menjaga kesejahteraan kedua gajah selama perjalanan.

Yosi Hermawan, Manajer Marketing Gembira Loka Zoo, menjelaskan bahwa pemilihan Tabang Zoo sebagai lokasi tujuan didasari kemampuan pengelolaan, kesiapan fasilitas, serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan satwa.

"Proses ini merupakan bagian dari pengelolaan populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kesejahteraan setiap individu satwa," ujar Yosi.

Sebelum translokasi, kedua gajah menjalani pemeriksaan kesehatan dan persiapan perjalanan. Tim dari berbagai bidang turut memastikan kondisi keduanya terpantau selama perjalanan.

"Rute perjalanan beserta titik pemberhentian dan pemeriksaan telah dipersiapkan sebelumnya untuk mendukung pemantauan kondisi gajah, pemenuhan kebutuhan pakan dan air, pembersihan kendaraan, serta waktu istirahat guna meminimalkan potensi stres selama perjalanan," tambah Yosi.

Yosi mengarahkan masyarakat untuk menghubungi Kementerian Kehutanan terkait aspek perizinan dan teknis translokasi yang menjadi kewenangan kementerian.

Kementerian Kehutanan merilis bahwa translokasi ini adalah upaya penataan pengelolaan populasi dengan fokus pada ruang gerak, standar perawatan, keselamatan, dan kesejahteraan satwa.

Deo dan Sinta merupakan satwa dilindungi yang telah dititiprawatkan BKSDA Yogyakarta sejak September 2024. Pemindahan permanen ini bertujuan menyesuaikan daya tampung dan fasilitas yang ideal.

"Rencana pemindahan yang disiapkan sejak 2025 ini menetapkan Tabang Zoo di Kutai Kartanegara sebagai lokasi penempatan baru setelah melalui serangkaian verifikasi dan kelayakan teknis dari BKSDA Kalimantan Timur," kata Kemenhut.

Tim medis dan ahli gajah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum keberangkatan memastikan kondisi fisik dan perilaku kedua gajah prima.

"Proses translokasi diawali pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan ketat tim gabungan. Sebanyak 17 personel mendampingi perjalanan, meliputi Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta, personel BKSDA Kalimantan Timur, tim mahout, dokter hewan, serta pakar penanganan gajah senior," ujar Kemenhut.

Perjalanan multimoda dimulai dari Yogyakarta ke Pelabuhan Paciran, dilanjutkan penyeberangan laut ke Pelabuhan Bahaur, dan kemudian perjalanan darat ke Kalimantan Timur.

Selama perjalanan, petugas rutin membersihkan armada dan menyemprot air untuk menjaga suhu tubuh gajah. Pada 16 Agustus 2026, rombongan tiba di Pelabuhan Bahaur, Kalimantan Tengah.

"Tim juga menyempatkan waktu istirahat di kawasan Gandang, Pulang Pisau, guna menurunkan satwa sejenak agar dapat peregangan, mengurangi kelelahan, dan menjaga tingkat stres tetap terkendali. Deo dan Sinta dalam kondisi tenang, sehat, serta mengonsumsi pakan dan air dengan baik di bawah kendali mahout," kata Kemenhut.

Deo dan Sinta diperkirakan tiba di Tabang Zoo hari ini dan akan menjalani pemantauan kesehatan serta adaptasi lingkungan.

Pemindahan ini mendapat pro dan kontra karena dianggap berpotensi membuat satwa tidak nyaman akibat perjalanan jauh dan risiko selama proses translokasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed