Gejolak Geopolitik Timur Tengah Tekan Indeks Saham Asia
Gejolak geopolitik di Timur Tengah menekan sentimen pelaku pasar di Asia pada perdagangan akhir pekan hingga Senin, 8 Juni 2026, karena investor memangkas eksposur saham berisiko akibat potensi gangguan pasokan energi global.
Kondisi pasar diperparah oleh koreksi di Wall Street, di mana indeks Nasdaq anjlok ke posisi terendah sejak April 2025 yang ikut menyeret penurunan sektor semikonduktor global secara signifikan.
Kemerosotan tajam melanda indeks Kospi Korea Selatan yang merosot hingga 5,54 persen ke posisi 8.161 pada akhir pekan lalu, sementara indeks Kospi 200 kontrak berjangka bulan Juni 2026 jatuh 6,03 persen menuju level 1.298,15.
Analis Vibiz Research Center memprediksi indeks Kospi 200 kontrak berjangka berpotensi melanjutkan pelemahan ke posisi 1.220,80 pada awal sesi hari ini, sebelum kemungkinan bergerak di antara titik acuan bawah dan atas.
Berikut adalah tabel acuan teknikal untuk indeks Kospi 200 kontrak berjangka bulan Juni 2026:
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1482.63 | 1437.81 | 1367.98 | 1323.16 | 1253.33 | 1208.51 | 1138.68 |
| Buy Avg | 1380.30 | Sell Avg | 1194,25 |
Bursa saham Asia lainnya juga menunjukkan pelemahan masif pada perdagangan Jumat lalu dengan indeks Nikkei turun 1,23 persen, Hang Seng melemah 0,52 persen, dan ASX 200 menyusut 0,46 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat bergerak fluktuatif hingga bertengger di kisaran 90,3 sampai 92,74 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent bertahan di level 95 dolar AS per barel.
Ketidakpastian ini diperumit oleh rapuhnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mempersulit jalannya negosiasi diplomatik serta alokasi risiko portofolio investasi global di jalur perdagangan utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow