Dua Gempa Kuat Guncang Venezuela, Puluhan Ribu Orang Diprediksi Tewas
Dua gempa bumi kuat berurutan mengguncang wilayah utara Venezuela pada Rabu malam, 24 Juni 2026, hingga meruntuhkan banyak bangunan di ibu kota Caracas dan memicu kekhawatiran jatuhnya puluhan ribu korban jiwa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan getaran pertama bermagnitudo 7,2 disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 dalam selisih waktu kurang dari satu menit, dengan pusat gempa di dekat kota pesisir Moron. Lembaga tersebut memperkirakan dampak kerusakan akibat bencana ini akan sangat meluas di berbagai wilayah.
"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi dan bencana ini kemungkinan meluas," kata pihak USGS seperti dilansir CNN Indonesia.
Pemodelan awal dari USGS memperkirakan jumlah korban meninggal dunia berpotensi mencapai rentang 10.000 hingga 100.000 orang, dengan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar. Seismolog USGS, Paul Earle, menjelaskan bahwa mendeteksi magnitudo dan lokasi pasti dari dua gempa yang terjadi hampir bersamaan merupakan hal yang sulit karena sinyal seismogram yang saling tumpang tindih.
"When the earthquakes are this close together in time, it can be difficult to unravel the exact magnitudes and the exact locations, especially for the second event," kata Paul Earle seperti dikutip dari NPR. Pihak USGS menambahkan bahwa gempa kembar ini menjadi salah satu yang terbesar yang pernah melanda Venezuela sejak tahun 1900.
"This doesn't happen very often. When they're right together it's hard to understand what would happen," tutur Paul Earle. Pemerintah Venezuela langsung bergerak cepat merespons bencana besar ini melalui pernyataan resmi di televisi nasional. Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan penetapan status keadaan darurat nasional serta penutupan Bandara Internasional Maiquetia akibat kerusakan infrastruktur yang parah.
"Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang sayangnya telah kehilangan anggota keluarga," ujar Delcy Rodriguez dalam pidatonya yang dilansir CNBC Indonesia.
Langkah taktis juga diambil oleh jajaran kementerian untuk mengamankan lokasi terdampak dan menyalurkan bantuan. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengonfirmasi kerusakan parah terjadi di beberapa negara bagian seperti Trujillo, Carabobo, Miranda, dan La Guaira, dengan situasi paling mengkhawatirkan berada di wilayah Altamira, Caracas. "We are taking care of things with everything we have available in terms of security, civil assistance," kata Diosdado Cabello dalam siaran televisi pemerintah yang dikutip The Guardian.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap berada di luar ruangan guna mengantisipasi runtuhnya struktur bangunan akibat gempa susulan.
"Be very careful with children and the elderly; call each other and check that no one has been harmed," ucap Diosdado Cabello. Di tingkat kota, operasi penyelamatan langsung diintensifkan di area pemukiman yang padat.
Wali Kota Chacao, Gustavo Duque, melaporkan bahwa tim penyelamat di wilayahnya berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan gedung. "We’re going to do everything we can to rescue the most people possible," cetus Gustavo Duque seperti dilansir Reuters via The Guardian.
Pemerintah daerah lainnya juga mulai menghimpun data korban luka dan orang hilang di wilayah pesisir. Gubernur Negara Bagian Falcon, Victor Clark, mengonfirmasi adanya puluhan korban cedera dan sejumlah warga yang masih dalam proses pencarian. Sementara itu, dari sektor perlindungan warga asing, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Henny Hamidah, memastikan seluruh warga negara Indonesia di Venezuela dalam kondisi aman.
"Pemerintah Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan situasi pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela," jelas Henny Hamidah dalam keterangan tertulis yang dilansir kumparan.
Berdasarkan data dari KBRI Caracas, tidak ada kerusakan struktural berat pada gedung kedutaan maupun Wisma Duta. "Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," imbuh Henny Hamidah. Pihak KBRI Caracas mengimbau sisa WNI di sana untuk terus mengikuti instruksi otoritas setempat.
"KBRI juga terus memantau rilis resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan kondisi di wilayah pesisir," kata Henny Hamidah.
Di tengah situasi darurat tersebut, relawan lokal berupaya mencari korban di reruntuhan kompleks perumahan Petunia, Los Palos Grandes, yang terdampak parah. "We need flashlights," teriak salah satu relawan lokal seperti dilansir yahoo.com.
Saksi mata di berbagai pusat perbelanjaan dan kawasan apartemen menggambarkan kepanikan luar biasa saat guncangan terjadi. "The stairs came away, the whole wall cracked. Things fell from the ceiling. It was horrible," ungkap seorang karyawan bank berusia 54 tahun, Odalis Escalona.
Warga lainnya terpaksa menunggu guncangan mereda sebelum menyelamatkan diri ke tempat terbuka. "We had to wait because it was shaking too much. It lasted a long time," kenang Zenia Gonzalez kepada AFP. Kengerian serupa dirasakan oleh warga di kawasan La Castellana yang mendengar suara gemuruh saat bumi bergetar.
"For a second I thought about getting under the table, but I decided to get out," aku seorang insinyur berusia 48 tahun, Maria Romero.
Kekuatan gempa kali ini dinilai oleh sebagian warga senior jauh lebih destruktif dibandingkan bencana masa lalu. "The building really shook from side to side. Unreal.
The force was incredibly strong. We were walking and it was tossing us around. Everything in the apartment fell.
Well, thank God we were able to get out," papar warga Caracas, Roberto Damas. Kepanikan massal melanda jalan-jalan protokol ibu kota sesaat setelah sirene peringatan berbunyi.
"Begitu gempa dimulai, kami mulai mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlari menuruni tangga," kenang Astrid Ramirez, seorang pekerja periklanan di Caracas barat.
Getaran yang sangat kuat ini merusak perabotan rumah tangga warga dalam sekejap. "Ada suara benturan yang sangat keras. Barang-barang jatuh di rumah, termasuk wadah-wadah di dalam lemari es. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini," tutur Coro Martinez.
Proses evakuasi warga lansia dibantu oleh aparat kepolisian setempat di wilayah selatan kota. "Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk dibandingkan yang terjadi pada tahun 1967," kata seorang pensiunan berusia 80 tahun, Maria Romero.
Aktivitas belajar mengajar di Venezuela kini dihentikan sementara hingga akhir pekan guna memeriksa tingkat kerusakan fasilitas publik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow