Gempa Magnitudo 5,1 Mengguncang Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur
Wilayah Laut Timor di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 pada Kamis, 28 Mei 2026 pukul 08.46.21 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan bahwa aktivitas tektonik dangkal tersebut tidak berpotensi memicu bencana tsunami.
Hasil analisis instansi tersebut menunjukkan parameter pemutakhiran gempa berada pada magnitudo 5,0 dengan pusat di laut pada kedalaman 10 kilometer. Titik episenter terletak di koordinat 10,55 Lintang Selatan dan 124,49 Bujur Timur, tepatnya berjarak sekitar 50 kilometer arah Selatan Kualin atau 86 kilometer tenggara Timor Tengah Selatan.
Pemicu guncangan diketahui berasal dari pergerakan mendatar atau strike-slip di zona tumbukan Lempeng Indo-Australia. Getaran akibat fenomena alam ini dirasakan nyata di dalam rumah oleh masyarakat di wilayah Kualin, Amanuban Selatan, dan Amarasi Timur dengan skala intensitas III MMI.
Hingga pukul 09.00 WIB, sistem pemantauan belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan di lokasi tersebut. Otoritas terkait juga mengonfirmasi belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan bangunan ataupun korban jiwa dari area yang terdampak guncangan.
Tercatat dalam sepekan terakhir, aktivitas kegempaan yang signifikan dan dirasakan oleh masyarakat telah terjadi sebanyak 18 kali di berbagai wilayah Indonesia. Rentetan peristiwa tersebut muncul dalam variasi kekuatan magnitudo serta kedalaman pusat gempa yang beragam.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas pada zona tumbukan Lempeng Indo-Australia,” tulis BMKG.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar memeriksa ketahanan bangunan tempat tinggal dari potensi kerusakan sebelum memutuskan kembali beraktivitas di dalam ruangan. Publik juga diminta untuk tetap waspada menghadapi kemungkinan munculnya getaran susulan.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” lanjut BMKG.
Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi secara bijak dan hanya mempercayai laporan yang dikeluarkan resmi oleh lembaga berwenang. Langkah ini penting guna menghindari kepanikan akibat rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” himbau BMKG.
“Pusat gempa berada di 86 Tenggara km TIMORTENGAHSEL-NTT dan tidak berpotensi tsunami.” tulis BMKG melalui website resminya, Kamis, 28 Mei 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow