Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah Rusak Gempa NTT
Pemerintah menyiapkan skema bantuan dana pembangunan dan renovasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Penyaluran bantuan tersebut dilaporkan saat Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan bencana di Nagekeo, NTT, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (26/8/2026).
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan rincian besaran nominal bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan unit bangunan. Pembayaran bantuan dana tersebut nantinya dieksekusi secara langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Setiap rumah pak (Prabowo) dan nanti akan dibayar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ringan Rp 15 juta, Rp 30 juta sedang, dan berat Rp 60 juta, sekarang naik jadi Rp 70 juta," kata Tito saat melapor kepada Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Nagekeo, NTT, Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Dampak Gempa Bumi di Nagekeo, dikutip Rabu (26/8/2026).
Proses validasi data kriteria kerusakan rumah saat ini sedang berjalan di lapangan. BNPB berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat serta Badan Pusat Statistik (BPS) guna memverifikasi seluruh unit yang terdampak.
"Ini kami sudah minta kepada seluruh bupati melakukan pendataan rumah sedang, ringan, berat. Karena nanti akan diverifikasi oleh BPS. Pengalaman dari di Aceh supaya lebih cepat BPS-nya nempel. Nempel langsung kepada tim ini sehingga langsung didata, langsung verifikasi," ungkap Tito.
Skema perbaikan bangunan akan diserahkan kepada pemilik setelah situasi di daerah terdampak dinyatakan aman. Warga dapat memulai pengerjaan fisik mandiri begitu dana bantuan dicairkan.
"Jadi nanti ketika dinyatakan stabil, mereka uang (bantuan) udah diterima, meka bangun semua pak," ujar Tito.
Aktivitas rekonstruksi pemukiman belum dapat dimulai akibat munculnya gempa susulan. Warga setempat masih menunggu konfirmasi status kelayakan lingkungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum kembali dari pengungsian.
"Karena kita nggak bisa melakukan pembangunan untuk rumah-rumah itu di masa gempa susulan itu. Sampai pengumuman BMKG bahwa posisi lempengan stabil," jelasnya.
Kebutuhan pasokan logistik menjadi prioritas utama pengungsi di tenda darurat saat ini. Kendati fasilitas infrastruktur dasar telah beroperasi normal, kecemasan warga terhadap gempa susulan masih memicu sebagian penduduk bertahan di pengungsian, meskipun sebagian warga Kabupaten Sikka mulai kembali ke kediaman masing-masing.
"Kami saran juga pak. Ini situasi kalau infrastruktur dasar hampir semuanya normal. Satu yang ditakutkan masyarakat sekarang (tinggal) di tenda: satu karena rumahnya rusak atau takut karena gempa susulan," terang Tito.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow