GIC 2026 Resmi Dibuka dengan Kehadiran 72 Tim dari 13 Negara
Turnamen Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (20/8/2026), dengan melibatkan 72 tim dari 13 negara, sebagaimana dilansir dari Bola.
Ajang internasional ini mempertandingkan lima kategori usia, yaitu U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, serta U-17 Boys. Meski bergulir sejak sehari sebelumnya, pembukaan secara resmi ditandai oleh laga U-15 Boys yang mempertemukan ASIOP melawan Zhejiang asal China.
Seluruh rangkaian pertandingan GIC 2026 dipusatkan di kawasan Sentul, tepatnya di ASIOP Training Ground dan AYO Arena. Peserta luar negeri yang turut berkompetisi meliputi Shonan Bellmare dari Jepang, PT Prachuap dari Thailand, hingga akademi PVF asal Vietnam pada kategori U-12 Boys.
Sejumlah tokoh pembinaan sepak bola nasional tampak menghadiri seremoni pembukaan, seperti Indra Sjafri, Fakhri Husaini, dan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla, Eduardo Perez Moran.
Eduardo Perez menyampaikan apresiasinya terhadap ajang ini karena dinilai memberi dampak positif bagi pengembangan pemain muda tanah air.
"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," ujar Eduardo Perez Moran, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa kompetisi berkelanjutan menjadi fondasi utama bagi pembentukan tim nasional di masa depan.
"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," tutur Eduardo Perez Moran.
Sementara itu, ekspansi peserta dalam ajang ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding internasional tanpa perlu keluar negeri bagi para pemain muda Indonesia.
"Total 72 tim dari 13 negara berkumpul di sini. Pemain-pemain Indonesia mendapat kesempatan berharga menghadapi negara lain tanpa harus bepergian ke luar negeri," ucap Indra Sjafri, Technical Advisor GIC 2026.
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Shin Tae-yong tersebut menegaskan bahwa kompetisi bertaraf internasional merupakan bagian penting dari pembinaan atlet.
"Sejatinya sepak bola itu butuh proses. Tidak bisa instan. GIC menjadi salah satu rangkaian dalam proses tersebut. Menempa pemain muda Indonesia melalui kompetisi bertaraf internasional," jelas Indra Sjafri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow