Gubernur Ahmad Luthfi Pantau Kelancaran SPMB SMA-SMK di Jawa Tengah
Kelancaran pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah dipastikan berjalan tanpa kendala berarti oleh Pemerintah Provinsi setempat. Kepastian tersebut diperoleh setelah peninjauan langsung dilakukan di Posko SPMB Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Kota Semarang pada Sabtu, 14 Juni 2026.
Kendala yang ditemukan di lapangan umumnya hanya berkaitan dengan kesulitan teknis penggunaan aplikasi oleh calon peserta didik maupun orang tua murid. Berdasarkan laporan Beritasatu.com, seluruh permasalahan teknis tersebut langsung diselesaikan oleh petugas yang bersiaga di lokasi pendaftaran.
"Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya," kata Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah.
Apresiasi diberikan oleh Gubernur kepada para petugas dan guru yang tetap siaga memberikan pelayanan pendaftaran meskipun pada hari libur. Pelaksanaan SPMB ini dinilai sebagai bagian penting dari pelayanan publik untuk menjamin kesetaraan kesempatan bagi seluruh calon siswa.
"Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang," ujar Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah.
Komitmen terhadap proses seleksi yang bersih juga ditegaskan melalui slogan "No Titip-titip, No Jastip" demi menjaga integritas petugas di lapangan. Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menetapkan kuota jalur masuk SMA Negeri yang terdiri dari domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen, sedangkan untuk SMK Negeri meliputi prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.
Sistem pendaftaran tahun ini diperkuat oleh infrastruktur teknologi cloud server dengan fitur auto scaling dan sistem cadangan multizone hasil kerja sama dengan Diskomdigi Jateng serta Alibaba. Penguatan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar sekaligus mencegah adanya gangguan pada pusat data utama.
"Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber," kata Sadimin, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow