Ahmad Luthfi Tanggapi Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan tanggapan mengenai rangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa di wilayahnya yang telah berlangsung sebanyak empat kali selama Juni 2026. Respons tersebut disampaikan Luthfi setelah menghadiri pengukuhan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Simpang Lima Semarang pada Kamis (18/6/2026), mengingat pihak pemerintah provinsi belum pernah menemui massa aksi.
Ketika dimintai keterangan mengenai rencana untuk menemui para demonstran, Luthfi memberikan jawaban singkat kepada awak media di lokasi kegiatan.
"Ya, tanyakan yang pengusaha (pendemo), Anda yang demo atau Anda yang wawancara? Kamu bukan yang demo kan? Ditanyakan yang demo, bukan tanya ke saya," kata Luthfi.
Pihak jurnalis kemudian menegaskan kembali bahwa massa pengunjuk rasa sebenarnya ingin bertemu langsung untuk menyampaikan aspirasi mereka. Menanggapi penegasan tersebut, Gubernur Jawa Tengah kembali memberikan pernyataan singkat.
"Yo, kita temui," lanjut Luthfi.
Gelombang aksi demonstrasi di Semarang ini tercatat dimulai sejak Jumat (5/6/2026) di depan kantor BI Jawa Tengah. Setelah itu, massa kembali menggelar unjuk rasa di kompleks gubernuran pada Jumat (12/6/2026), Senin (15/6/2026), dan Rabu (17/6/2026).
Luthfi menyatakan bahwa kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hal yang sah dan dilindungi oleh undang-undang. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban selama jalannya aksi.
"Jadi saya mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapat dengan tertib, tidak melanggar hukum, tidak mengganggu kepentingan umum, dengan santun dan nanti dari pihak kepolisian akan mengantar," kata Luthfi.
Ia juga menambahkan bahwa fenomena unjuk rasa seperti ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, melainkan juga melanda beberapa daerah lain di Indonesia. Pihaknya mengaku tetap terbuka untuk menerima masukan yang ada.
"Pihak kita akan menerima dan ini semuanya adalah kita reduksi, kita terima terkait dengan apa yang disampaikan. Dan tidak hanya di Jawa Tengah, termasuk daerah lain," imbuh Luthfi.
Menurut penilaian Luthfi, seluruh aspirasi yang disuarakan oleh elemen masyarakat sipil tersebut merupakan bentuk kritik yang sah dan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pemerintah daerah.
"Ini merupakan suatu koreksi dari masyarakat yang perlu kita lakukan antisipasi ke depan," lanjut Luthfi.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan oleh kelompok mahasiswa atas sikap pasif yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah. Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) PC PMII Kota Semarang, Farda Niyahatul Ulum menyayangkan tidak adanya perwakilan dari pemerintah maupun DPRD Jateng yang bersedia menemui massa pada aksi Rabu (17/6/2026).
Padahal, Farda menjelaskan bahwa pihaknya telah membawa dokumen hasil kajian akademik yang disusun selama hampir dua pekan oleh 15 komisariat dan kampus di Kota Semarang.
"Kami sangat kecewa padahal kami datang dengan membawa kajian akademik dari akar rumput terhadap program pemerintah," ungkap Farda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow