Harga Bijih Nikel Saprolit Turun di Bawah 70 Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Harga bijih nikel saprolit kadar 1,6 persen dilaporkan merosot hingga di bawah 70 dolar AS per wet metric ton (wmt) menyusul penurunan Harga Patokan Mineral (HPM) dengan besaran serupa pada Kamis, 16 Juli 2026.

Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, memaparkan bahwa para pelaku industri saat ini tengah menantikan revisi HPM untuk bijih limonit. Hal tersebut disebabkan oleh mayoritas transaksi terkini yang disepakati di bawah harga patokan resmi.

Riset Indo Premier Sekuritas memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) bijih nikel akan terus melemah pada kuartal ketiga tahun 2026. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi penguatan indeks dolar AS (DXY), sentimen kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), serta kondisi cuaca yang membaik di area pertambangan.

Transaksi bijih limonit belakangan ini dominan berada di rentang 40 hingga 45 dolar AS per wmt, tergantung pada kadar nikel dan harga London Metal Exchange (LME). Kondisi ini mendorong komunikasi intensif dengan pelaku industri guna merumuskan formula HPM baru yang ideal, dengan usulan konsensus agar harga patokan diselaraskan ke level pasar sekitar 25 hingga 30 dolar AS per wmt.

Penurunan formula HPM limonit diproyeksikan akan memangkas beban royalti dan pajak penghasilan badan (PPh Badan) bagi para produsen terintegrasi. Indo Premier Sekuritas mempertahankan rating overweight untuk sektor logam dengan menempatkan saham MDKA dan INCO sebagai pilihan utama karena potensi pemulihan profitabilitas serta pertumbuhan laba per saham jangka panjang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed