Harga Bitcoin Hari Ini 24 Mei 2026 Bertahan di Level US$75.000 Usai Koreksi Tajam

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin hari ini terpantau bertahan di kisaran level US$75.000 pada Minggu, 24 Mei 2026, setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan aset kripto terbesar ini memicu konsolidasi ketat di pasar modal digital global karena sempat menembus area dukungan utama pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data pasar historis global dari Binance dan CoinMarketCap pada Minggu (24/5/2026) pagi, volatilitas tinggi masih membayangi instrumen digital ini. Penurunan dari level tertinggi sepanjang masa (all-time high) di angka US$126,198.07 membuat para pelaku pasar bersikap lebih waspada dalam mengambil tindakan aksi beli maupun aksi jual.

Meskipun mengalami koreksi dari titik puncaknya, posisi harga saat ini masih berada jauh di atas nilai terendah sepanjang masa (all-time low) historis global Bitcoin yang berada di angka US$171.51. Kondisi pasar yang dinamis ini terus menarik perhatian, terutama bagi yang sedang mempelajari investasi crypto untuk pemula di tanah air.

Bila dikonversikan ke dalam mata uang lokal berdasarkan pergerakan nilai tukar saat ini, pergerakan aset kripto ini tetap menunjukkan pertumbuhan jangka panjang yang masif. Data historis rupiah dari Yahoo Finance dan Indodax mencatat perjalanan aset digital ini memiliki rentang yang sangat lebar dari masa ke masa.

Sebagai perbandingan performa historis, berikut adalah rekam jejak statistik pasar Bitcoin dalam denominasi Rupiah (IDR) dan Dolar AS (USD):

Tabel Perbandingan Statistik Pasar Historis Bitcoin
Parameter PasarNilai dalam Dolar AS (USD)Nilai dalam Rupiah (IDR)
Nilai Tertinggi Sepanjang Masa (All-Time High)US$126.198,07Rp2.093.428.924
Nilai Terendah Sepanjang Masa (All-Time Low)US$171,51Rp440
Status Pasokan Maksimum Projek21.000.000 BTC21.000.000 BTC

Data di atas menunjukkan bagaimana instrumen ini mengalami evolusi nilai yang sangat signifikan sejak awal peluncurannya di pasar global. Pasokan yang terbatas menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi dinamika harga dalam jangka panjang.

Bitcoin Turun Drastis ke 75K Jebol Major Support Ini, Bisakah Next Key Area Penting Tahan Crypto | Salam Sukses

Para analis teknikal di platform TradingView menyebutkan bahwa penembusan ke bawah level psikologis beberapa waktu lalu sempat memicu kepanikan jangka pendek. Namun, daya beli di sekitar area US$75.000 dinilai cukup kuat untuk menahan tekanan jual lebih lanjut pada akhir pekan ini.

Konteks Sejarah dan Mekanisme Kelangkaan Bitcoin

Untuk memahami fluktuasi yang terjadi, penting bagi para pelaku pasar untuk melihat kembali sejarah pertama kali bitcoin diciptakan. Dokumen cetak biru atau whitepaper Bitcoin pertama kali dipublikasikan pada 31 Oktober 2008 oleh sosok samaran bernama Satoshi Nakamoto yang hingga kini memicu pertanyaan publik mengenai "siapa pencipta asli bitcoin" sebenarnya.

Sistem ini dirancang sebagai mata uang online peer-to-peer yang memanfaatkan cara kerja blockchain bitcoin untuk memvalidasi setiap transaksi tanpa bergantung pada otoritas terpusat seperti bank. Pada 3 Januari 2009, blok pertama yang disebut genesis block resmi ditambang, menandai mulalnya operasional jaringan terdesentralisasi ini.

Pada masa awal kehadirannya, harga awal Bitcoin berada di angka US$0 dan proses distribusi dilakukan sepenuhnya lewat penambangan komputer pribadi. Komersialisasi pertama yang tercatat dalam sejarah terjadi pada 22 Mei 2010 atau dikenal sebagai Bitcoin Pizza Day, saat 10.000 BTC ditukarkan dengan dua buah pizza.

Aset ini kemudian mulai diperdagangkan secara resmi pada Juli 2010 dengan kisaran harga awal yang sangat rendah, yaitu antara US$0,0008 hingga US$0.08 per keping. Berdasarkan aturan protokol pengembangannya, terdapat batasan ketat mengenai berapa jumlah maksimal keping bitcoin yang dapat dibuat di dunia, yaitu:

  1. Total pasokan maksimal dibatasi hanya sampai 21.000.000 (21 juta) keping BTC saja.
  2. Sejak Oktober 2020, lebih dari 85% dari total pasokan tersebut telah berhasil ditambang dan beredar luas di pasar global.
  3. Mekanisme kelangkaan ini dirancang secara matematis untuk mencegah terjadinya inflasi pasokan seiring berjalannya waktu.

Keterbatasan pasokan inilah yang membuat pergerakan harganya sangat sensitif terhadap perubahan permintaan di pasar global. Ketika permintaan institusional meningkat namun pasokan baru yang masuk ke pasar semakin menipis, volatilitas harga cenderung meningkat tajam.

Risiko Investasi Terkini di Pasar Kripto

Melihat fluktuasi harga harian yang sangat dinamis, para pelaku pasar terus diimbatkan pada risiko investasi mata uang crypto yang tergolong tinggi. Perubahan regulasi global, kebijakan suku bunga mata uang fiat, serta sentimen makroekonomi menjadi faktor eksternal yang terus membayangi pergerakan harga Bitcoin hingga hari ini.

Platform perdagangan aset kripto domestik seperti Tokocrypto dan Nanovest mengimbau para pengguna untuk selalu menerapkan strategi manajemen risiko yang ketat. Pergerakan harga yang bisa berubah ribuan dolar dalam hitungan jam memerlukan kesiapan modal dan psikologis yang matang dari para investor.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan resmi sebelum mengambil keputusan transaksi. Kripto adalah aset berisiko tinggi.

Hingga saat ini, aktivitas perdagangan di berbagai bursa global terpantau bergerak dalam rentang konsolidasi yang sempit menantikan sentimen penggerak pasar berikutnya di awal pekan mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed