Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram Saat Spot Emas Dunia Naik Tipis

Smallest Font
Largest Font

Harga emas batangan Antam tercatat mengalami penurunan tipis sebesar Rp2.000 per gram pada Kamis, 16 Juli 2026 pagi hari WIB. Berdasarkan data resmi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam pukul 08.40 WIB, harga emas hari ini berada di posisi Rp2.633.000 per gram dari harga hari sebelumnya yang mencapai Rp2.635.000 per gram.

Kondisi ini menarik perhatian pasar karena terjadi di tengah penguatan tipis pada sektor emas global. Penurunan harga domestik ini menjadi momentum penting yang kerap dicermati oleh para pelaku investasi emas logam mulia untuk melakukan akumulasi aset atau pembelian bertahap.

Selain harga beli, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami penurunan dengan besaran yang sama. Harga buyback hari ini dipatok sebesar Rp2.380.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan transaksi hari sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan di pasar global justru menunjukkan arah yang berbeda. Spot emas dunia ditutup naik tipis sebesar 0,2 persen atau setara US$7,9 ke level US$4.060,85 per troy ons di pasar Intercontinental Exchange (ICE) pada akhir perdagangan Rabu malam atau Kamis, 16 Juli 2026 WIB. Jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, harga emas dunia per gram tercatat sebesar Rp2.316.990 pada 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB dengan acuan nilai kurs 1 USD sama dengan Rp18.070,75.

Harga Emas Hari Ini Kamis 16 Juli 2026, Emas Antam Turun Tipis, 1 Gram Dibanderol Rp2,633,000 | KOMPASTV

Mengapa Harga Domestik Berbeda dengan Emas Dunia?

Banyak pelaku pasar pemula yang bertanya-tanya mengenai pergerakan ini, termasuk munculnya pertanyaan warga seperti "kenapa harga emas antam turun saat emas dunia naik" akhir-akhir ini. Fenomena perbedaan arah pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta dinamika permintaan lokal di Indonesia.

Daftar Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Berikut adalah tabel rincian harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan sebelum dikenakan komponen pajak resmi pada transaksi 16 Juli 2026:

Daftar pecahan harga emas Antam per 16 Juli 2026
Ukuran EmasHarga Dasar (Rupiah)
0,5 gram
1 gram2.633.000
2 gram
5 gram
10 gram

Aturan Pajak Transaksi Emas Batangan

Setiap transaksi logam mulia di Indonesia diatur secara ketat oleh regulasi perpajakan yang berlaku. Berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, terdapat ketentuan pajak yang berbeda untuk pembelian dan penjualan kembali:

  • Pajak Pembelian: Pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP, dan sebesar 0,9 persen bagi pembeli yang belum memiliki NPWP.
  • Pajak Penjualan Kembali (Buyback): Transaksi penjualan kembali atau buyback ke Antam dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen secara langsung.

Ketentuan regulasi ini menjawab pertanyaan investor mengenai "berapa persen pajak beli emas batangan antam" yang wajib dibayarkan dalam setiap transaksi resmi di gerai Logam Mulia.

Perbedaan Karakteristik Emas Batangan dan Perhiasan

Bagi masyarakat yang ingin mengamankan nilai asetnya, memahami perbedaan harga emas perhiasan dan emas batangan sangatlah krusial. Emas perhiasan umumnya memiliki biaya pembuatan yang tidak bernilai saat dijual kembali, sementara emas batangan murni berfokus pada nilai intrinsik logam mulia itu sendiri.

Sebagai perbandingan performa harian, harga emas perhiasan 24 karat dengan kemurnian 99,9 persen tercatat berada di level Rp2.361.616 per gram pada Kamis, 16 Juli 2026 berdasarkan data acuan pukul 21.55 WIB hari sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 1,96 persen dibanding hari sebelumnya, berbanding terbalik dengan tren penurunan tipis pada emas batangan Antam.

Informasi ini bukan saran investasi. Pergerakan nilai komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Konsultasikan keputusan finansial Anda dengan penasihat keuangan profesional.

Perkembangan harga komoditas ini terus dipantau secara ketat oleh pelaku pasar modal dan komoditas dalam negeri, mengingat pergerakan nilai tukar rupiah dan inflasi global masih menjadi motor penggerak utama volatilitas harga logam mulia ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed