Harga Emas Dunia Naik Menjadi 4027 Dolar AS per Troy Ons Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia bergerak naik ke level 4.027,14 dolar AS per troy ons pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Kenaikan harian ini terjadi di tengah pergeseran ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga komoditas logam mulia ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,69 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pergerakan positif ini memulihkan sebagian tren pelemahan yang sempat terjadi pada pertengahan pekan ini.

Sebelumnya, pada perdagangan tanggal 24 Juni 2026, harga emas dunia sempat mengalami penurunan menjadi 4.010,07 dolar AS per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2,52 persen dari hari sebelumnya, sekaligus mencerminkan depresiasi sebesar 12,24 persen selama sebulan terakhir.

Harga Emas Dunia Melemah ke Level US.083 per Troy Ons Imbas Sentimen The Fed | NEU | Nusantara TV

Faktor Penggerak Pasar Emas Global

Kenaikan harga emas hari ini didorong oleh perubahan sentimen makroekonomi di Amerika Serikat, khususnya terkait peluang kebijakan moneter kuartal ketiga. Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga kini menjadi fokus utama para pelaku pasar komoditas global.

Penurunan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Fed

Data riset pasar menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September mendatang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Peluang tersebut turun menjadi 63 persen dari yang sebelumnya sempat mencapai 68 persen.

Penurunan ekspektasi pengetatan moneter ini memberikan angin segar bagi instrumen emas yang tidak menghasilkan imbal hasil konvensional. Saat ini, suku bunga acuan Amerika Serikat masih berada di level 3,75 persen sejak penetapan bulan Juni 2026.

Tekanan Inflasi Amerika Serikat

Bank sentral Amerika Serikat saat ini masih berjuang keras untuk mengarahkan laju perekonomian demi mencapai target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen. Namun, data ekonomi terkini menunjukkan tantangan yang cukup berat bagi otoritas moneter tersebut.

Tingkat inflasi tahunan di Amerika Serikat per Mei 2026 tercatat merangkak naik ke level 4,20 persen. Angka inflasi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya yang berada di posisi 3,80 persen.

Meskipun mengalami koreksi bulanan yang cukup dalam, performa komoditas logam mulia secara tahunan masih mencatatkan rapor yang sangat positif. Emas tetap menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan nilai yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Harga emas saat ini tercatat masih 20,32 persen lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama setahun yang lalu. Sepanjang sejarah pasar komoditas, titik tertinggi sepanjang masa untuk pergerakan emas berada di level 5.608,35 dolar AS per troy ons yang berhasil dicapai pada Januari 2026.

Berikut adalah perincian pergerakan harga komoditas logam mulia global berdasarkan pembaruan data pasar komoditas terbaru:

Tabel Kinerja Harga Komoditas Logam Mulia Global per Juni 2026
KomoditasHarga Saat Ini (USD)Perubahan HarianPerubahan BulananPerubahan Tahunan
Emas4.027,14+0,69%-10,71%+20,99%
Perak57,85+0,85%-24,82%+57,79%

Berdasarkan model makro global Trading Economics dan proyeksi dari sejumlah analis, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada level 4.161,84 dolar AS per troy ons pada akhir kuartal ini. Lebih lanjut, komoditas ini diproyeksikan mampu menyentuh angka 4.527,47 dolar AS per troy ons dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Konteks Cadangan Emas Global

Kekuatan pasar emas dunia juga terus disokong oleh kepemilikan aset cadangan strategis oleh bank-bank sentral di berbagai negara besar. Permintaan institusional ini menjaga likuiditas di pasar komoditas tetap solid.

Berdasarkan laporan volume cadangan emas global per Maret 2026, beberapa negara tercatat menguasai porsi cadangan dalam jumlah yang sangat besar:

  • Amerika Serikat: 8.133,46 Ton
  • Jerman: 3.350,25 Ton
  • Italia: 2.451,84 Ton
  • Prancis: 2.437,00 Ton
  • Tiongkok: 2.313,46 Ton
  • Rusia: 2.304,75 Ton
  • India: 880,52 Ton
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Fluktuasi harga komoditas global diperkirakan masih akan terus berlanjut sepanjang minggu ini. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi terbaru dari Amerika Serikat untuk membaca arah kebijakan moneter selanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed