Harga Emas Dunia Spot Menguat ke Kisaran 4175 USD per Troy Ons

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia spot (XAU/USD) bergerak menguat di kisaran US$4.170 hingga US$4.175 per troy ons pada hari ini, Minggu, 5 Juli 2026. Lonjakan ini menandai level tertinggi sejak 23 Juni 2026 sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 2 persen akibat rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Berdasarkan data perdagangan akhir pekan, harga emas dunia ditutup pada level 4.170,25 USD per troy ons atau naik sebesar 1,15 persen dari hari sebelumnya. Performa positif ini memperkuat posisi emas sebagai aset aman (safe haven) utama di tengah indikasi perlambatan ekonomi global.

Harga Emas Hari ini Kembali Menguat | KONTAN TV

Meskipun menunjukkan penguatan mingguan yang signifikan, posisi harga saat ini sebenarnya masih mencerminkan penurunan sebesar 6,81 persen dalam sebulan terakhir. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai komoditas mulia ini terpantau 25,04 persen lebih tinggi.

Faktor utama yang mendorong gairah pasar terhadap emas adalah rilis data perekonomian Amerika Serikat sektor ketenagakerjaan periode Juni 2026. Laporan resmi menunjukkan performa yang jauh lebih lesu daripada prediksi awal para analis ekonomi.

Data Nonfarm Payrolls AS Memburuk

Menurut data komparatif makroekonomi, jumlah pekerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls di Amerika Serikat untuk bulan Juni 2026 hanya meningkat sebanyak 57.000 lapangan kerja. Angka tersebut meleset jauh dari perkiraan pasar yang menargetkan pertumbuhan di angka 110.000 hingga 115.000 lapangan kerja.

Kondisi ini tercatat sebagai kenaikan lapangan kerja terkecil dalam empat bulan terakhir di Amerika Serikat. Lemahnya serapan tenaga kerja tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral berpotensi mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar.

Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

Dampak langsung dari memburuknya data ketenagakerjaan tersebut langsung memukul pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil atau yield obligasi AS untuk tenor 2 tahun dilaporkan merosot ke level 4,13 persen pada penutupan pekan ini.

Penurunan yield obligasi membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi jauh lebih menarik bagi para investor global. Hal ini memicu aliran dana besar dari pasar obligasi masuk ke komoditas logam mulia.

Perbandingan Performa Logam Mulia dan Komoditas

Selain emas, sejumlah komoditas logam dan bahan baku industri lainnya juga mencatatkan pergerakan harga yang bervariasi pada penutupan pasar akhir pekan ini. Pergerakan instrumen investasi ini terdampak secara langsung oleh sentimen suku bunga global.

Berikut adalah perincian harga perdagangan komoditas utama dunia per 3 Juli 2026:

Tabel Harga Komoditas Dunia Per Juli 2026
Jenis KomoditasHarga PerdaganganPerubahan HarianPerubahan BulananPerubahan Tahunan
Emas (XAU/USD)4.170,25 USD+1,15%-6,81%+25,04%
Perak62,40 USD+2,41%-15,49%+68,92%
Tembaga6,17 USD+0,90%-5,25%+22,95%
Baja3.054,00 USD+0,53%-3,08%+0,13%
Lithium165.250,00 USD+1,69%-1,78%+165,25%
Platina1.653,50 USD+1,56%-12,97%+18,87%
Bijih Besi (2 Juli)98,25 USD-0,11%-5,26%+2,09%

Berdasarkan catatan dari Trading Economics, perak memimpin kenaikan harian dengan menguat 2,41 persen ke level 62,40 USD. Komoditas lithium juga menorehkan pertumbuhan tahunan yang sangat fantastis, yakni meroket hingga 165,25 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Konteks Historis Pergerakan Emas

Pergerakan harga emas sepanjang tahun berjalan ini terhitung bergerak dinamis setelah sempat mencetak reli panjang. Rekor tertinggi sepanjang masa emas dunia sempat tercapai pada tanggal 29 Januari 2026 yang lalu.

Pada momen bersejarah tersebut, komoditas emas dunia melesat tinggi hingga menyentuh level kisaran US$5.595,42 sampai dengan US$5.608,35 per troy ons. Lonjakan masif itu terjadi setelah emas mengalami reli panjang dengan kenaikan lebih dari 60 persen sepanjang tahun 2025.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Hingga saat ini, pelaku pasar komoditas internasional masih terus memantau pergerakan data ekonomi global lebih lanjut untuk mengukur arah kebijakan ekonomi berikutnya. Tren penguatan emas diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh indikator inflasi dan tingkat pengangguran global ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed