Harga Emas Dunia Melonjak Didukung Pelemahan Dolar dan Permintaan Investasi
Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan akhir Agustus 2026, didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan sebagai aset lindung nilai, sambil menanti rilis data inflasi Amerika Serikat serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh.
Harga emas spot sempat menyentuh US$4.680,70 per ons troi, level tertinggi sejak 14 Mei 2026, dan berakhir di US$4.651,38 per ons pada Senin (24/8/2026), menurut investor.id.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,63% menjadi US$4.709,9 per ons. Data World Gold Council menunjukkan arus dana masuk ke ETF berbasis emas mencapai 46,7 metrik ton atau sekitar US$6,4 miliar pada pekan lalu, terbesar dalam 10 bulan terakhir.
Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, mengatakan, "Fundamental dan teknikal mulai sejalan bullish untuk pasar emas." Ia menambahkan tren kenaikan emas berpotensi berlanjut selama tidak muncul sinyal pembalikan teknikal.
Pelemahan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga memperluas sanksi terhadap entitas dan negara yang berbisnis dengan Iran, menambah ketidakpastian geopolitik.
Pasar kini fokus pada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada Rabu (26/8/2026), serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole Jumat (28/8/2026). Pernyataan Warsh diharapkan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga AS.
Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, menilai emas mengalami penurunan momentum karena mendekati resistance di sekitar US$4.700 per ons. "Ini hanya penurunan momentum. Emas bergerak menuju level resistance kuat di sekitar US$4.700," ujar Melek.
Keputusan Departemen Keuangan AS menggandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang turut menekan dolar ke level terendah dalam tiga bulan, mendukung harga emas.
Perubahan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang stabil atau sedikit menurun juga memberikan dukungan bagi harga emas, yang cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak justru turun 0,1% menjadi US$68,64 per ons pada Selasa (25/8/2026), memperpanjang tren penurunan dua hari terakhir. Platinum dan palladium juga melemah masing-masing 1,2% dan 1,8%.
Dari sisi geopolitik, Iran menegaskan akan melawan sanksi AS yang bertujuan mengisolasi ekonominya. Iran percaya mitra dagang utama akan menolak tekanan Washington, sementara AS masih berupaya menghidupkan kembali perundingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow