Harga Ethereum Hari Ini Ambles 5 Persen Sentuh Rp33,7 Juta per Koin
Harga Ethereum hari ini Kamis, 4 Juni 2026, merosot tajam sebesar 5,79 persen dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh angka Rp33.713.945 per koin. Berdasarkan data agregasi global real-time dari 213 bursa dan 1.999 pasar, kapitalisasi pasar aset kripto terbesar kedua ini ikut tergerus menjadi Rp4.065,11 triliun.
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif token berkode ETH tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Para pelaku pasar modal digital kini terus memantau pergerakan harga untuk melihat apakah aset ini mampu bertahan di atas level dukungan psikologisnya atau justru terkoreksi lebih dalam.
Dalam perdagangan satu hari terakhir, volume global ETH tercatat berada di angka Rp439,67 triliun dengan jumlah sirkulasi pasokan mencapai 120,68 juta token. Pergerakan harga harian berada pada rentang yang cukup volatil, mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar.
Data historis pasar menunjukkan performa ETH dalam jangka menengah masih menghadapi tantangan berat, di mana nilai aset ini terus mengalami penyusutan akumulatif sejak awal tahun.
Berikut adalah tabel performa harga dan kapitalisasi pasar Ethereum berdasarkan data dari Pluang, Indodax, dan Pintu:
| Indikator Pasar | Nilai / Performa |
|---|---|
| Harga Hari Ini (IDR) | Rp33.713.945 |
| Perubahan 24 Jam | -5,79% |
| Perubahan 30 Hari | -$606,24 (-25,67%) |
| Perubahan 60 Hari | -$301,63 (-14,66%) |
| Perubahan 90 Hari | -$332,62 (-15,93%) |
| Volume Perdagangan 24 Jam (USD) | $25,16 Miliar |
| Kapitalisasi Pasar Global (USD) | $211,85 Miliar |
Jika ditarik lebih jauh, posisi harga saat ini masih berada sangat jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High). Ethereum pernah mencetak lonjakan fantastis hingga menyentuh angka Rp80.416.423 per koin atau setara $4.946,05 pada tanggal 24 Agustus 2025 yang lalu.
Mengenal Fundamental Jaringan dan Proyek Apa Saja di Ethereum
Bagi sebagian investor baru yang kerap mengajukan pertanyaan seperti "ethereum coin itu apa" di mesin pencari, aset ini merupakan token utilitas asli dari blockchain Ethereum. Proyek berskala global ini pertama kali disusun oleh Vitalik Buterin pada tahun 2013, sebelum dokumen teknis (Yellowpaper) diterbitkan oleh Gavin Wood pada tahun 2014.
Pendanaan awal proyek ini diselesaikan melalui acara penggalangan dana publik pada September 2014. Berbeda dengan Bitcoin yang hanya berfungsi sebagai alat pembayaran atau penyimpan nilai, keunggulan utama jaringan bentukan Vitalik Buterin ini terletak pada fleksibilitas ekosistemnya.
Teknologi Smart Contract dan Token ERC-20
Ethereum memelopori penerapan kontrak pintar (smart contract) yang berjalan secara otomatis tanpa pihak ketiga. Penerapan kontrak pintar berpotensi mengurangi biaya transaksi sekaligus meningkatkan keandalan transaksi di berbagai sektor industri digital.
Di atas jaringan blockchain ini, para pengembang dapat menerbitkan token dengan standar ERC-20. Token-token ERC-20 tersebut dapat digunakan untuk mengatur aplikasi, tujuan utilitas seperti membayar biaya operasional, atau sebagai penyimpan nilai seperti mata uang stabil (stablecoin). Kendati demikian, seluruh biaya gas transaksi di jaringan ini tetap wajib dibayarkan dalam bentuk mata uang ETH.
Solusi Lapisan Kedua untuk Efisiensi Biaya
Untuk mengatasi masalah kepadatan jaringan dan tingginya biaya transaksi, ekosistem ini kini sangat bergantung pada teknologi eksternal. Solusi Lapisan 2 (Layer 2) seperti Arbitrum dan Polygon digunakan untuk memproses transaksi di blockchain Ethereum dengan lebih murah dan cepat.
Melalui integrasi Layer 2, beban pemrosesan data dipindahkan dari jaringan utama tanpa mengorbankan standar keamanan mendasar yang dimiliki oleh ekosistem induk.
Faktor Teknis yang Memengaruhi Berapa Harga Ethereum Selanjutnya
Secara berkala, pasar terus berfluktuasi menguji tingkat ketahanan harga Ethereum terendah sepanjang masa yang berada di angka Rp5.771 atau sekitar $0,4330 pada 20 Oktober 2015 silam. Pergerakan rentang harga 7 hari terakhir mencatat ETH sempat bergerak di antara batas bawah $1.777,57 hingga batas atas $2.037,95 sebelum akhirnya tertahan di kisaran harian $1.757,61 hingga $1.886,55.
Bagi publik yang sedang mempelajari cara investasi ethereum aman, pengamatan terhadap volatilitas makro dan adopsi jaringan menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan eksekusi di pasar spot maupun berjangka.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Penurunan nilai modal secara global dalam waktu 24 jam terakhir ini turut menyeret nilai kapitalisasi pasar terdilusi penuh Ethereum ke angka Rp3.966 triliun. Fluktuasi ini berjalan beriringan dengan dinamika pergeseran likuiditas aset kripto utama lain ke instrumen pasar keuangan konvensional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow