Harga Ethereum Turun Tipis ke Rp30,6 Juta di Tengah Pergerakan Mendatar Pasar Kripto

Smallest Font
Largest Font

Harga Ethereum hari ini mencatatkan penurunan tipis ke kisaran Rp30,6 juta per koin pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Aset kripto terbesar kedua ini bergerak fluktuatif bersamaan dengan kondisi pasar kripto global yang cenderung mendatar sepanjang pekan.

Berdasarkan data bursa kripto Coingecko, nilai 1 Ethereum (ETH) setara dengan Rp30.633.750. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar 0,8 persen dari satu jam sebelumnya, serta koreksi sekitar 0,6 persen sejak hari kemarin.

Meski mengalami tekanan jangka pendek dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum hari ini sebenarnya masih mencatatkan performa positif jika ditarik dalam rentang waktu mingguan. Nilai ETH saat ini tercatat 3,5 persen lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada 7 hari yang lalu.

Dinamika pasar yang terjadi pada Ethereum didukung oleh likuiditas yang tetap tinggi di berbagai platform perdagangan global. Total volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir dilaporkan telah mencapai Rp156.056.979.861.600.

Secara global, Ethereum diperdagangkan di kisaran harga 1.730 dolar AS hingga 1.731 dolar AS per koin berdasarkan laporan Pluang. Level harga di bawah 2.000 dolar AS ini dinilai menarik perhatian pelaku pasar karena mendekati level harga historis yang pernah terjadi pada Maret 2021 silam.

Pergerakan mendatar ini juga terjadi setelah Ethereum sempat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2 persen dalam perdagangan 24 jam pada malam tanggal 21 Juni menurut catatan Indodax. Konsolidasi harga ini membuat para pelaku pasar bersikap responsif terhadap perubahan momentum makroekonomi.

Kondisi Kompetitor dan Pengaruh Pasar Kripto Secara Global

Pergerakan harga Ethereum hari ini tidak terlepas dari sentimen yang memengaruhi aset kripto utama lainnya, khususnya Bitcoin (BTC). Bitcoin terpantau diperdagangkan di kisaran level 64.000 dolar AS hingga 64.143 dolar AS per koin setelah sempat mengalami tekanan pasca-kebijakan ekonomi terbaru.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun Kontan, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah level 64.000 dolar AS setelah adanya pengumuman dari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Fenomena tersebut memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai "apa pengaruh suku bunga fed terhadap crypto" secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Secara historis, Bitcoin sendiri kehilangan hampir 30 persen nilainya sejak awal tahun, serta turun lebih dari 6 persen sejak Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS. Kendati demikian, pada malam tanggal 21 Juni, Bitcoin sempat pulih dengan kenaikan hampir 1 persen sebelum kembali bergerak mendatar.

Kinerja Aset Kripto Alternatif di Pasar

Di saat Ethereum dan Bitcoin mengalami konsolidasi, beberapa aset kripto alternatif atau altcoins menunjukkan performa yang bervariasi. Solana (SOL) memimpin kenaikan pasar kripto dengan peningkatan signifikan, di mana aset ini tercatat tumbuh lebih dari 3 persen dalam periode yang sama.

Selain Solana, aset kripto besar lainnya seperti Binance Coin (BNB) juga mengalami pergerakan positif yang tipis. BNB mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,5 persen, menunjukkan adanya dorongan beli yang menahan penurunan pasar lebih dalam.

Rangkuman Data Performa Aset Kripto Utama

Berikut adalah tabel perbandingan performa dan indikator harga dari beberapa aset kripto utama di pasar pada periode perdagangan terkini:

Tabel Pergerakan Harga dan Volume Aset Kripto Terkini
Aset KriptoKisaran Harga (USD)Perubahan 24 JamVolume Perdagangan 24 Jam (IDR)
Ethereum (ETH)$1.730 – $1.731-0,6%Rp156.056.979.861.600
Bitcoin (BTC)$64.000 – $64.143+1,0%
Solana (SOL)+3,0%
BNB+0,5%

Faktor Eksternal dan Ketegangan Geopolitik Global

Selain faktor kebijakan moneter dari bank sentral AS, pelaku pasar di industri aset digital juga terus memantau situasi geopolitik. Laporan dari Vietnam VN menyebutkan bahwa pasar mata uang digital saat ini tengah mengantisipasi dampak dari ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan geopolitik sering kali menjadi salah satu pemicu volatilitas tinggi yang menjelaskan "kenapa pasar kripto turun hari ini" secara mendadak atau justru menjadi sentimen pendorong bagi investor untuk mencari aset alternatif. Pelaku pasar kini cenderung bersikap hati-hati dalam mengelola portofolio digital mereka.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Hingga saat ini, pergerakan harga aset kripto masih sangat bergantung pada rilis data ekonomi makro AS mendatang serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar diharapkan terus memantau indikator teknikal secara berkala guna menghadapi volatilitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed