Harga Ethereum Sentuh Rp34,1 Juta per ETH pada 13 Agustus 2026
Harga aset kripto Ethereum (ETH) di Indonesia bergerak di kisaran Rp33.558.229 hingga Rp34.184.926 per ETH pada Kamis (13/8/2026). Aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar ini mencatatkan volume perdagangan 24 jam mencapai Rp140,18 triliun dengan dominasi aktivitas transaksi beli di pasar lokal.
Aktivitas perdagangan Ethereum di pasar Indonesia menunjukkan tren positif dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Berdasarkan data pergerakan pasar terkini, komposisi transaksi tercatat sebanyak 63 persen pembelian (Buy) dan 37 persen penjualan (Sell). Rata-rata waktu tahan (hold time) investasi pemegang Ethereum berada pada angka 104 hari.
Saat ini, kapasitas pasar atau kapitalisasi pasar Ethereum di Indonesia secara keseluruhan mencapai sekitar Rp4.055,82 triliun. Adapun total suplai Ether yang beredar di seluruh dunia saat ini tercatat sekitar 120,7 juta ETH.
| Indikator Pasar | Nilai Faktual |
|---|---|
| Kapasitas Pasar (Market Cap) | Rp4.055,82 Triliun |
| Volume Perdagangan (24 Jam) | Rp140,18 Triliun |
| Suplai Beredar | 120,7 Juta ETH |
| Dominasi Transaksi Beli (Buy) | 63% |
| Dominasi Transaksi Jual (Sell) | 37% |
| Rata-rata Waktu Tahan | 104 Hari |
Rekam Jejak Pergerakan Harga dan Posisi Pasar
Sebagai mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, Ethereum memiliki rekam jejak fluktuasi harga yang signifikan sejak awal kemunculannya. Dalam sejarah pergerakannya, harga terendah sepanjang masa (all-time low) Ethereum pernah berada di level Rp5.771 per ETH. Sementara itu, rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang pernah dicapai Ethereum tercatat sebesar Rp80.416.423 per ETH.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan transaksi aset kripto.
Pergerakan harga yang dinamis ini menjadikan Ethereum salah satu aset berkapitalisasi besar yang terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar finansial digital di Indonesia maupun global.
Profil Sistem Blockchain dan Ekosistem Ethereum
Ethereum bukan sekadar mata uang digital, melainkan sebuah sistem blockchain sumber terbuka (open-source) dan terdesentralisasi yang menjalankan mata uang kripto Ether (ETH). Ekosistem ini dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi secara global.
Sejarah Pendirian dan Peluncuran
Konsep Ethereum pertama kali diperkenalkan dan dijelaskan dalam sebuah whitepaper pada tahun 2013 oleh Vitalik Buterin. Proyek ini dikembangkan oleh delapan orang penemu yang mengadakan pertemuan pertama kali pada 7 Juni 2014 di Zug, Swiss. Setelah melalui tahap pengembangan teknis, jaringan blockchain Ethereum resmi diluncurkan secara publik pada 30 Juli 2015.
Sistem EVM dan Smart Contract
Keunggulan utama dari jaringan ini terletak pada keberadaan Ethereum Virtual Machine (EVM). EVM berfungsi sebagai lingkungan eksekusi khusus yang memproses smart contract secara otomatis. Teknologi ini memastikan bahwa setiap kode program berjalan tepat sesuai instruksi tanpa perlu adanya intervensi atau pengawasan dari pihak pusat.
- Sistem Terdesentralisasi: Menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa kendali tunggal.
- Smart Contract: Eksekusi perjanjian otomatis via Ethereum Virtual Machine (EVM).
- Mata Uang Utama: Ether (ETH) sebagai bahan bakar utama transaksi jaringan.
Perkembangan volume perdagangan harian yang mencapai puluhan triliun rupiah menegaskan posisi Ethereum sebagai pilar utama dalam infrastruktur keuangan terdesentralisasi global saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow