Harga Karet Dunia Melambung 38 Persen pada Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga karet dunia mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 38,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat gangguan pasokan global. Pergerakan komoditas ini menjadi perhatian utama para pelaku industri dan petani di berbagai sentra perkebunan pada Minggu, 14 Juni 2026.

Tren kenaikan harga karet dunia dalam setahun terakhir memberikan dampak besar pada peta perdagangan komoditas global. Meskipun sempat menghadapi tekanan musiman, performa harga karet hari ini masih mencatatkan rapor positif dalam skala tahunan.

Berdasarkan data perdagangan terbaru dari pasar komoditas Trading Economics, bursa menepati level dinamis setelah volatilitas tinggi selama beberapa pekan terakhir. Faktor cuaca buruk di wilayah produsen utama menjadi katalisator utama pergerakan harga.

Pergerakan bursa scom karet hari ini memperlihatkan pemulihan bertahap dari level terendah minggu lalu. Para pelaku pasar terus mencermati grafik harga karet berjangka guna memitigasi risiko pasokan dari negara-negara Asia Tenggara.

Data Perdagangan Trading Economics

Pada penutupan perdagangan tanggal 12 Juni 2026, harga karet berjangka tercatat berada di level 224,40 sen AS per kilogram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,81 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Apabila dihitung dalam rentang satu bulan terakhir, komoditas perkebunan ini sudah membukukan kenaikan sebesar 1,17 persen. Penguatan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap penurunan produktivitas lahan akibat faktor iklim.

Konteks Historis Pasar Global

Sebelum stabil di level saat ini, harga karet dunia sempat menyentuh angka sekitar 230 sen AS per kilogram pada awal Juni. Posisi tersebut merupakan salah satu level tertinggi yang mendekati rekor perdagangan sejak Januari 2017.

Berdasarkan catatan historis dalam rentang waktu data 1997 hingga 2026, rekor tertinggi sepanjang masa untuk komoditas ini berada di angka 815,00 pada Februari 2025. Sebaliknya, rekor terendah berada di angka 115,00.

Kabar Terbaru Petani Karet Harga Getah Karet Global Tembus Rp40 Ribu | minimalis canel

Penguatan di Bursa Karet SGX-Sicom

Selain di bursa berjangka Trading Economics, penguatan tajam juga sempat terjadi di bursa komoditas regional Asia. Bursa SGX-Sicom mencatatkan transaksi perdagangan yang cukup agresif di akhir bulan lalu.

Menurut laporan dari Agricom, harga karet SGX-Sicom ditutup menguat tajam hingga menembus level Rp40.000 per kilogram pada akhir Mei. Kenaikan tersebut dipicu oleh ketatnya pasokan fisik di pasar spot internasional.

Nilai Tukar dan Konversi Rupiah

Data perdagangan mencatat harga karet di bursa tersebut berada di level 228,3 sen AS per kilogram. Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar kurs Rp17.700 per dolar AS, angka tersebut setara dengan Rp40.409 per kilogram.

Nilai ini menunjukkan lonjakan sebesar Rp1.023 per kilogram jika dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya yang tertahan di level Rp39.386 per kilogram. Perubahan ini langsung memengaruhi perhitungan nilai ekspor komoditas.

Daftar Harga Berdasarkan Kadar Karet Kering

Tingginya harga di pasar internasional berimbas langsung pada segmentasi nilai komoditas berdasarkan kualitasnya. Kadar Karet Kering atau KKK menjadi parameter utama dalam menentukan nilai jual fisik di tingkat pabrik perkebunan.

Berikut adalah rincian harga komoditas karet dunia di pasar internasional berdasarkan persentase Kadar Karet Kering sebelum dipotong biaya operasional produksi:

Daftar Harga Karet SGX-Sicom Berdasarkan KKK
Kadar Karet Kering (KKK)Harga per Kilogram (Rupiah)
KKK 100%Rp40.409
KKK 70%Rp28.286
KKK 60%Rp24.245

Faktor Penyebab Naik Turun Harga

Fluktuasi yang terjadi di pasar global belakangan ini tidak terlepas dari dinamika hukum permintaan dan penawaran. Para analis komoditas mengidentifikasi dua faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar bahan baku ban ini.

Faktor pertama adalah penurunan produksi di wilayah sentra akibat cuaca buruk, sementara faktor kedua adalah pelemahan permintaan musiman dari industri manufaktur global. Dua sentimen yang saling bertolak belakang ini menciptakan volatilitas di papan perdagangan.

Dilema Pasokan dan Permintaan Musiman

Pada awal Juni 2026, harga sempat merosot ke kisaran 225 sen AS per kilogram yang menjadi level terendah sejak akhir Mei. Penurunan jangka pendek ini disebabkan oleh munculnya prospek peningkatan pasokan di beberapa wilayah baru.

Namun, pelemahan tersebut segera tertahan karena secara umum total volume produksi global masih belum pulih sepenuhnya. Permintaan musiman yang cenderung melemah dari pabrikan besar menahan harga untuk tidak melonjak lebih tinggi lagi.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga pertengahan Juni, pelaku industri ban kendaraan dan produk berbasis karet lainnya masih terus melakukan penyesuaian kontrak pembelian. Pergerakan pasar di bursa berjangka Singapura dan London akan menjadi acuan utama transaksi perdagangan fisik selama beberapa pekan ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed