Harga Karet Hari Ini Stabil di Bursa Global Saat Pasar Domestik Tertekan
Harga karet hari ini Minggu, 12 Juli 2026 terpantau menunjukkan pergerakan yang bervariasi di pasar internasional, sementara harga di tingkat petani domestik masih mengalami tekanan penurunan sejak dua pekan terakhir.
Kondisi pasar karet saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika perdagangan di sejumlah bursa berjangka terkemuka dunia seperti bursa TOCOM Tokyo, SHFE Shanghai, dan SICOM Singapura, di samping faktor geopolitik global.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Perkembangan Harga Karet di Bursa Internasional
Berdasarkan laporan pasar komoditas terkini, pergerakan harga karet di bursa global pada akhir pekan ini menunjukkan tren yang tidak seragam di berbagai negara produsen dan konsumen utama.
Kenaikan di Bursa Tokyo dan Thailand
Di bursa TOCOM Tokyo, harga karet RSS3 untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 mencatatkan peningkatan sebesar 5,5 yen atau naik sekitar 1,34 persen menjadi 415,5 yen per kilogram.
Sejalan dengan Tokyo, harga kontrak berjangka karet di Thailand untuk pengiriman Agustus 2026 juga mengalami penguatan dengan kenaikan 1,2 baht atau sekitar 1,34 persen hingga menyentuh angka 90,7 baht per kilogram.
Penurunan di Tiongkok dan Singapura
Kondisi berbeda terjadi di bursa SHFE Shanghai Tiongkok, di mana harga karet pengiriman Agustus 2026 justru melemah 30 yuan atau turun 0,18 persen ke level 16.925 yuan per ton.
Sementara itu, bursa SICOM Singapura juga mencatat penurunan tipis untuk kontrak karet Agustus yang diperdagangkan pada level 216,6 sen AS per kilogram, atau turun sekitar 0,7 persen dari sesi perdagangan sebelumnya.
| Bursa Komoditas | Harga Komoditas | Perubahan Persentase |
|---|---|---|
| TOCOM Tokyo (RSS3) | 415,5 yen/kg | +1,34% |
| Thailand (Kontrak Berjangka) | 90,7 baht/kg | +1,34% |
| SHFE Shanghai | 16.925 yuan/ton | -0,18% |
| SICOM Singapura | 216,6 sen AS/kg | -0,70% |
Harga Karet Domestik dan Lateks Tertekan
Di pasar domestik Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), harga karet di tingkat petani dilaporkan berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Informasi dari lapangan menunjukkan harga tersebut mengalami penurunan dari beberapa pekan sebelumnya yang sempat menembus angka di atas Rp14.500 per kilogram, sehingga membuat pendapatan petani lokal mulai tertekan.
Secara global, perdagangan lateks cair domestik berada di level stabil sekitar 420 hingga 463 VND per TSC. Beberapa perusahaan besar mencatatkan rincian harga lateks komersial yang cukup variatif.
- Perusahaan Mang Yang: Lateks cair berkisar antara 458-463 VND/TSC, sedangkan lateks koagulasi campuran berada di kisaran 404-459 VND/DRC.
- Perusahaan Karet Ba Ria: Lateks cair dipatok sebesar 442-452 VND/TSC, lateks koagulasi DRC kandungan 35-44% sebesar 13.500 VND/kg, dan lateks mentah dihargai 18.000 VND/kg.
Pengaruh Geopolitik Terhadap Pasar Komoditas
Ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik luar negeri turut memberikan pengaruh terhadap harga karet dunia, terutama yang berkaitan dengan sektor logistik dan pergerakan harga minyak mentah global.
Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru terhadap Iran pada 9 Juli kemarin demi mengamankan jalur krusial di Selat Hormuz setelah kesepakatan gencatan senjata sementara dinilai gagal oleh Presiden Donald Trump.
Ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu jalur distribusi karena wilayah perairan ini merupakan rute pengiriman penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sebelum terjadinya konflik berkepanjangan.
Fluktuasi harga minyak mentah akibat konflik ini secara tidak langsung memengaruhi biaya produksi karet sintetis, yang pada akhirnya ikut menentukan arah tren harga karet alam di pasar berjangka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow