Harga Kopi Arabika Kontrak Juli Ditutup Naik ke Level 253,40 USd per Lbs
Harga kopi Arabika kontrak berjangka komoditas ditutup menguat ke posisi 253,40 USd/Lbs pada perdagangan Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Kenaikan sebesar 1,26 persen dari hari sebelumnya ini mengakhiri tren fluktuasi mingguan pasar kopi global.
Pergerakan positif ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar komoditas setelah tekanan panjang. Berdasarkan data perdagangan terkini, kontrak berjangka kopi Arabika untuk pengiriman Juli (KCN26) ditutup naik sebesar +3,25 atau menguat sekitar 1,28 persen.
Meskipun mencatatkan rebound pada akhir pekan, performa komoditas Arabika secara akumulatif sepanjang tahun 2026 masih menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan akibat dinamika pasokan global.
Menurut laporan berkala dari Trading Economics dan Investing, harga komoditas kopi dunia pada pertengahan Juni 2026 ini bergerak di dalam rentang perdagangan yang dinamis namun cenderung berada di bawah tekanan historisnya.
Tren Penurunan Arabika Sepanjang 2026
Secara umum, kontrak berjangka kopi Arabika saat ini diperdagangkan pada kisaran angka 2,50 dolar AS hingga 2,70 dolar AS per pon. Pada hari pelaporan terkini, sistem mencatat harga Arabika bertengger di level 254,0200 dolar AS.
Kendati mengalami kenaikan harian pada hari Jumat, harga Arabika tercatat sudah merosot lebih dari 20 persen sepanjang tahun 2026 berjalan. Penurunan ini mencakup penyusutan sebesar 9,74 persen selama sebulan terakhir.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga Arabika bahkan sudah anjlok sebesar 27,44 persen. Penurunan tajam ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di angka 440,85 pada Februari 2025.
Penguatan Signifikan Kopi Robusta
Berbeda dengan Arabika yang berjuang keluar dari tren pelemahan jangka panjang, kopi Robusta justru memperlihatkan daya dorong yang kuat pada perdagangan akhir pekan ini.
Kontrak berjangka kopi Robusta ICE untuk pengiriman Juli (RMN26) ditutup melonjak tinggi dengan kenaikan sebesar +131 atau melesat +3,78 persen pada hari Jumat. Data dari IFC Markets menunjukkan harga Kopi Robusta kini bertengger di level 3531,0000 dolar AS.
Kondisi Pasokan dan Pangsa Pasar Dunia
Dinamika harga yang terjadi pada kedua jenis komoditas ini tidak lepas dari peta produksi global serta dominasi dari negara-negara produsen utama di belahan dunia.
Kopi jenis Arabika saat ini masih mendominasi pangsa pasar dengan menyumbang sekitar 75 persen dari total produksi dunia. Mayoritas pasokan Arabika global ditanam di Brasil yang menguasai 40 persen pasokan dunia, disusul oleh Kolombia.
Sementara itu, Kopi Robusta menyumbang 25 persen sisanya dari total produksi dunia. Koridor pasokan utama untuk varietas Robusta ini dipegang oleh Vietnam dengan kontribusi 15 persen dari pasokan global, diikuti oleh Indonesia.
Rangkuman Data Harga Komoditas Kopi
Berikut adalah rincian data harga penutupan dan performa historis komoditas kopi Arabika dan Robusta di pasar internasional per Juni 2026:
| Jenis Komoditas | Harga Penutupan (USD) | Perubahan Harian | Performa Bulanan | Performa Tahunan |
|---|---|---|---|---|
| Kopi Arabika (Juli) | 253,40 USd/Lbs | +1,26% | -9,74% | -27,44% |
| Kopi Robusta (Juli) | 3531,00 | +3,78% | – | – |
Secara historis dalam rentang periode panjang dari tahun 1972 hingga 2026, pergerakan komoditas kopi global telah melewati berbagai siklus ekonomi yang ekstrem, dengan level terendah absolut yang pernah tercatat berada di angka 41,50.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Para pelaku usaha dan industri kopi nasional kini terus memantau pergerakan harga internasional ini mengingat fluktuasi nilai di bursa komoditas New York dan London akan langsung memengaruhi harga beli biji kopi di tingkat pengepul lokal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow