Harga Kopi Arabika dan Robusta Dunia Melonjak Akibat Penurunan Persediaan Global
Harga kopi arabika dan robusta di pasar internasional terpantau melonjak pada Rabu (1/7/2026) akibat menipisnya persediaan global secara drastis. Penurunan stok bersertifikat di bursa berjangka menjadi pemicu utama pengetatan pasokan global di tengah tingginya permintaan komoditas tersebut.
Kondisi pasar komoditas global saat ini memaksa para pelaku industri dan importir, terutama di kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat, untuk bergerak cepat mengamankan pasokan mereka. Tren kenaikan ini diperkirakan terus berlanjut sepanjang pekan pertama bulan Juli.
Berdasarkan data perdagangan komoditas dari bursa internasional, lonjakan harga terjadi secara signifikan baik pada komoditas kopi jenis robusta di London maupun arabika di New York. Para investor merespons cepat laporan penyusutan cadangan stok global.
Lonjakan Kopi Robusta di Bursa London
Di Bursa London, harga kopi robusta berjangka untuk kontrak pengiriman Juli 2026 ditutup melonjak sebesar 4,9 persen atau naik sebesar $177 per ton dari pekan sebelumnya menjadi $3.817 per ton. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap pasokan jangka pendek.
Sementara itu, kontrak pengiriman September 2026 juga mengalami peningkatan sebesar 1 persen atau naik $35 per ton hingga mencapai level $3.627 per ton. Pergerakan harga robusta ini terjadi secara beriringan dengan penurunan volume persediaan.
Kenaikan Kopi Arabika di Bursa New York
Di sisi lain, Bursa New York mencatat harga kopi arabika berjangka untuk pengiriman Juli 2026 melonjak hingga 4,2 persen atau naik sebesar $11,7 sen AS/lb. Kenaikan tersebut membawa harga arabika menyentuh posisi $286,75 sen AS/lb.
Untuk kontrak pengiriman September 2026, harga kopi arabika meningkat sebesar 2 persen atau naik sekitar $5,4 sen AS/lb hingga bertengger di level $273,2 sen AS/lb. Pasar arabika sangat sensitif terhadap dinamika stok bersertifikat yang kian menyusut.
Penyusutan Persediaan Kopi Global di Bursa ICE
Faktor fundamental yang menggerakkan reli harga kopi kali ini adalah posisi persediaan di Intercontinental Exchange (ICE) yang menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Fluktuasi stok di bursa internasional ini menjadi acuan utama pergerakan harga.
Persediaan kopi arabika bersertifikat di bursa ICE terpantau terus menyusut menjadi 382.084 kantong per 26 Juni 2026, lalu merosot lagi menjadi 380.534 karung per 30 Juni 2026. Angka tersebut menjadi level persediaan terendah dalam kurun waktu 2,25 tahun terakhir.
Untuk kopi robusta, persediaan di ICE sempat jatuh ke level terendah dalam 2 tahun yaitu sebesar 3.631 lot pada 15 Mei 2026. Meskipun sempat naik menjadi 4.032 lot pada 18 Juni 2026 dan meningkat tipis ke 4.053 lot per 29 Juni 2026 yang merupakan level tertinggi dalam 2,75 bulan, jumlah tersebut belum mampu meredakan kecemasan pasar.
Konteks Impor Kopi di Kawasan Uni Eropa
Uni Eropa (UE) memegang peranan krusial dalam perdagangan kopi dunia karena statusnya sebagai salah satu konsumen terbesar. Berdasarkan data historis tahun 2025, kawasan Uni Eropa mengonsumsi hampir 24 persen dari total pasokan kopi dunia.
Pada tahun yang sama, Uni Eropa mengimpor sebanyak 2,9 juta ton biji kopi hijau dan sangrai dari negara-negara non-UE, atau setara dengan 48,3 juta karung. Nilai total dari impor tersebut mencapai angka yang fantastis yaitu senilai 18,7 miliar Euro.
Secara historis, volume impor kopi hijau oleh Uni Eropa menunjukkan fluktuasi yang dinamis sepanjang periode lima tahun terakhir dari tahun 2020 hingga tahun 2025:
- Tahun 2020: 2,8 juta ton
- Tahun 2021: 2,81 juta ton
- Tahun 2022: 2,97 juta ton
- Tahun 2023: 2,67 juta ton
- Tahun 2024: 2,92 juta ton
- Tahun 2025: 2,86 juta ton
Tingginya ketergantungan Uni Eropa terhadap impor komoditas dari luar kawasan ini menyebabkan pergerakan harga komoditas global sangat memengaruhi inflasi pangan di negara-negara anggotanya.
Rangkuman Data Perdagangan Kopi Global
Untuk mempermudah pemetaan situasi pasar terkini, berikut adalah rincian data penutupan harga kontrak berjangka dan pergerakan stok komoditas kopi dunia:
| Jenis Kopi / Bursa | Kontrak Pengiriman | Harga Penutupan | Kenaikan Persentase | Status Stok Bersertifikat ICE |
|---|---|---|---|---|
| Robusta (London) | Juli 2026 | $3.817 per ton | 4,9% | 4.053 lot (per 29 Juni 2026) |
| Robusta (London) | September 2026 | $3.627 per ton | 1,0% | – |
| Arabika (New York) | Juli 2026 | $286,75 sen AS/lb | 4,2% | 380.534 karung (per 30 Juni 2026) |
| Arabika (New York) | September 2026 | $273,2 sen AS/lb | 2,0% | – |
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, para pelaku usaha di sektor hilir, termasuk pemilik kedai kopi dan produsen kopi kemasan, masih terus memantau pergerakan harga pasokan bahan baku ini. Langkah mitigasi seperti penyesuaian harga jual eceran mulai dipertimbangkan jika tren kenaikan bahan baku terus bertahan di level tertinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow