Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga Enam Persen Akibat Sentimen Pasar Global

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia mencatatkan penurunan tajam hingga lebih dari enam persen pada perdagangan hari ini, Selasa, 26 Mei 2026. Penurunan signifikan ini didorong oleh meredanya kekhawatiran pasokan global seiring dengan perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan komoditas terbaru, koreksi harga melanda dua instrumen acuan utama minyak mentah global secara bersamaan. Penurunan ini memberikan sinyal kuat terjadinya perubahan tren di pasar energi setelah sempat tertahan di level tinggi selama beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi bulan lalu ketika tensi geopolitik sempat memanas. Perubahan peta pasokan dan permintaan di tingkat global kini menjadi faktor utama yang menekan posisi harga ke zona merah.

Data dari Trading Economics pada sesi perdagangan terkini menunjukkan melemahnya posisi kontrak minyak mentah di pasar internasional. Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman mendatang merosot ke level 96,71 USD per barel, atau mencatatkan penurunan sebesar 6,61 persen dalam satu hari perdagangan.

Sementara itu, jenis minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI juga mengalami tekanan serupa pada perdagangan hari ini. Komoditas tersebut bertengger di harga 90,32 USD per barel setelah melemah sebesar 6,51 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Secara kumulatif, performa bulanan kedua acuan tersebut menunjukkan tren negatif yang serupa. Penurunan harga minyak dunia dalam sebulan terakhir masing-masing telah mencapai 4,90 persen untuk Brent dan 6,28 persen untuk minyak mentah WTI.

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS Iran Sepakati Gencatan Senjata | METRO TV

Meskipun sedang mengalami koreksi tajam, harga komoditas energi ini sejatinya masih berada pada posisi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara tahunan, harga Brent tercatat masih menguat 49,87 persen, sementara WTI bertahan 48,33 persen lebih tinggi.

Kinerja Instrumen Sektor Energi Global

Penurunan harga minyak dunia hari ini turut menyeret beberapa produk turunan minyak serta komoditas energi alternatif lainnya. Sebagian besar instrumen pendukung di sektor ini ikut ditutup melemah pada sesi perdagangan yang sama.

Bahan bakar mesin umum RON 92 terpantau turun 5,77 persen ke posisi angka 3,25 USD. Pelemahan ini diikuti oleh komoditas minyak pemanas yang merosot 4,80 persen menjadi 3,74 USD, serta produk metanol yang tergerus 1,96 persen ke level 2.994,00 USD.

Berikut adalah tabel perbandingan harga penutupan dan pergerakan berbagai komoditas energi di pasar internasional berdasarkan pembaruan data terkini:

Tabel Pergerakan Harga Komoditas Energi Global per 25-26 Mei 2026
Jenis Komoditas EnergyHarga Terkini (USD)Perubahan Harian (%)Perubahan Bulanan (%)
Minyak Mentah WTI90,32-6,51%-6,28%
Minyak Brent96,71-6,61%-4,90%
BBM RON 923,25-5,77%-3,28%
Minyak Pemanas3,74-4,80%-3,63%
Gas Alam2,90-0,16%+6,35%
Metanol2.994,00-1,96%-4,86%

Di sisi lain, komoditas gas alam hanya mengalami koreksi tipis sebesar 0,16 persen ke level 2,90 USD pada hari ini. Jika ditinjau dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, gas alam justru berhasil membukukan kenaikan performa sebesar 6,35 persen.

Penyebab Utama dan Pengaruh Sentimen Geopolitik

Banyak pelaku pasar yang melontarkan pertanyaan mengenai "kenapa harga minyak mentah turun" secara mendadak setelah berminggu-minggu bertahan di level psikologis yang tinggi. Analisis pasar menunjukkan bahwa pelonggaran ketegangan di Selat Hormuz menjadi pemicu utama aksi jual investor.

Redanya kekhawatiran mengenai ekskalasi geopolitik secara langsung mengurangi beban premi risiko yang sebelumnya melambungkan harga komoditas. Investor kini mulai mengalihkan fokus mereka pada aspek fundamental pasokan dan tingkat penyerapan industri global.

Faktor lain yang memengaruhi pergerakan ini adalah kepastian pembukaan jalur distribusi logistik laut utama di Timur Tengah yang kembali berjalan normal. Hal tersebut mengembalikan kepercayaan pelaku pasar bahwa suplai minyak ke negara-negara konsumen utama tidak akan mengalami hambatan operasional.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Penurunan harga minyak mentah di tingkat internasional ini diharapkan dapat memberikan ruang ambang batas yang aman bagi stabilitas anggaran belanja energi di berbagai negara importir net. Dinamika pasar pada sesi perdagangan berikutnya diproyeksikan akan sangat bergantung pada laporan cadangan persediaan resmi dari otoritas energi internasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed