Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih Dari 3 Persen Imbas Ketegangan Global

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia hari ini melonjak tajam lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin (1/6/2026) sore akibat kekhawatiran pasokan global yang kembali memanas. Lonjakan signifikan ini membalikkan tren pelemahan yang sempat terjadi sepanjang bulan sebelumnya di pasar komoditas energi internasional.

Menurut laporan bursa perdagangan komoditas, minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman mendatangkan hasil positif dengan kenaikan sebesar US$ 2,93 atau sekitar 3,2 persen. Komoditas acuan global ini langsung bertengger di level US$ 94,05 per barel pada pukul 16.06 WIB.

Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI AS yang menguat sebesar US$ 3,36 atau 3,9 persen ke level US$ 90,72 per barel. Data pasar modal eksternal bahkan menunjukkan beberapa kontrak berjangka WTI sempat melesat hingga 6 persen hingga diperdagangkan di atas US$ 92 per barel.

Lonjakan harga minyak dunia hari ini menjadi perhatian besar bagi para pelaku pasar setelah sektor energi mengalami tekanan berat sepanjang Mei 2026. Berdasarkan catatan historis, harga Brent sempat merosot sekitar 19 persen dan WTI terkoreksi hingga 17 persen selama bulan lalu.

Namun, memasuki awal Juni 2026, situasi pasar berbalik drastis dengan aksi beli yang masif dari para investor global. Tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terkonfirmasi sejak akhir pekan lalu ketika harga minyak mentah merangkak naik ke posisi 89,42 USD per barel pada 31 Mei 2026.

Meskipun dalam perhitungan satu bulan terakhir secara akumulatif harga minyak mentah masih mencatat penurunan sekitar 12,28 persen, posisi harga saat ini terhitung jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara tahunan, nilai perdagangan Brent dan WTI tercatat mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 47,52 persen dan 47,86 persen.

Harga Minyak Dunia Terus Meroket Akibat Konflik Timur Tengah | METRO TV

Perbandingan Harga Komoditas Energi Dunia

Penyebab harga minyak naik secara mendadak ini tidak terlepas dari kombinasi rilis data manufaktur global yang solid dan meningkatnya risiko geopolitik di jalur distribusi laut utama. Ketidakpastian geopolitik global ini memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan energi jangka panjang secara mendadak.

Bagi para pelaku pasar domestik, memahami industri ini memerlukan pengetahuan dasar tentang instrumen utama. Publik sering bertanya mengenai "apa itu minyak wti dan brent" yang kerap menjadi acuan utama perdagangan dunia. Brent merupakan minyak mentah yang diekstraksi dari Laut Utara Eropa, sementara WTI berasal dari ladang minyak Amerika Serikat.

Pergerakan di sektor minyak mentah ini secara langsung memengaruhi produk turunan energi lainnya di pasar internasional. Perubahan harga tidak hanya terjadi pada minyak mentah, melainkan juga merembet pada komoditas substitusi serta produk hasil kilang lainnya pada hari yang sama.

Berikut adalah rincian data harga komoditas energi dan produk turunannya berdasarkan aktivitas perdagangan terbaru:

Daftar Harga Komoditas Energi Global Per Juni 2026
Jenis KomoditasHarga Acuan (US$)Perubahan Harian (%)Performa Tahunan (%)
Minyak Mentah Brent94,05+3,20%+47,52%
Minyak Mentah WTI90,72+3,90%+47,86%
Bensin (Gasoline)3,09+1,84%+49,53%
Minyak Pemanas3,65+4,58%+77,12%
Gas Alam3,19-3,09%-13,69%

Dampak dan Pergerakan Sektor Energi Lainnya

Di saat harga minyak bumi sedang mengalami reli penguatan yang kuat, komoditas gas alam justru bergerak sebaliknya dengan mencatat penurunan sebesar 3,09 persen ke posisi 3,19. Sebaliknya, komoditas produk hilir seperti bensin mengalami kenaikan 1,84 persen ke level 3,09 dan minyak pemanas melonjak 4,58 persen ke posisi 3,65.

Sebagai perbandingan dengan perdagangan akhir pekan sebelumnya, beberapa komoditas tambang dan energi alternatif menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi. Berdasarkan data akhir pekan lalu, batubara ditutup melemah tipis 0,55 persen ke level 136,75, sementara minyak Ural Rusia berada di posisi 82,56 setelah turun 4,42 persen.

Kondisi pasar yang dinamis ini membuat para pengamat energi domestik terus memantau pergerakan harga minyak mentah terbaru. Fluktuasi ini diproyeksikan akan memberikan tekanan tersendiri bagi anggaran subsidi energi di berbagai negara berkembang yang mengandalkan impor minyak mentah.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, para pelaku pasar masih bersikap waspada sembari mencermati volume produksi dari negara-negara anggota OPEC+ serta keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral global. Perkembangan dinamika pasokan di Timur Tengah dan tingkat permintaan dari negara konsumen terbesar seperti China diprediksi tetap menjadi motor utama penggerak harga komoditas dalam beberapa pekan ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed