Harga Minyak Mentah Dunia Merosot Tajam Sentuh Level Terendah Bulanan
Harga minyak hari ini mencatatkan penurunan signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Minggu, 7 Juni 2026. Penurunan ini memperpanjang tren negatif komoditas energi global dalam beberapa pekan terakhir di tengah fluktuasi pasar. Berdasarkan data pasar terbaru, komoditas minyak mentah brent dan minyak mentah wti sama-sama menunjukkan koreksi yang cukup tajam.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri energi global. Menurut data dari Investing.com pada Jumat malam, harga minyak mentah brent melemah sebesar 2 persen ke kisaran 93 USD per barel. Secara spesifik, harga Brent menetap di angka 92,87 USD per barel atau turun 2,27 persen dari hari sebelumnya.
Koreksi ini menambah panjang tren penurunan bulanan bagi patokan harga global tersebut. Dalam satu bulan terakhir, harga minyak Brent tercatat sudah menyusut sebesar 8,29 persen.
Perbandingan Harga Historis Brent
Meskipun sedang mengalami tren penurunan, posisi harga minyak Brent saat ini sebenarnya masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan perdagangan CFD, harga hari ini masih 39,72 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama setahun lalu.
Sebagai catatan historis, harga Brent pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada level 147,50 USD per barel. Rekor tersebut tercipta pada Juli 2008 silam saat krisis energi melanda dunia.
Perkembangan Harga Minyak WTI
Kondisi yang tidak jauh berbeda juga menimpa jenis minyak mentah wti di pasar berjangka. Data Trading Economics menunjukkan Kontrak Berjangka Minyak Mentah Ringan AS tersebut mengalami penurunan 2,69 persen dalam satu hari perdagangan.
Saat ini, minyak WTI diperdagangkan pada level 81,489 USD per barel. Komoditas ini mengalami penurunan yang sangat signifikan setelah sebelumnya sempat bertahan di level yang cukup tinggi yaitu 103,719 USD per barel.
Dampak dan Respons Kebijakan Domestik
Fluktuasi tajam pada harga komoditas energi ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai kebijakan energi nasional. Pertanyaan warga seperti "kapan harga minyak turun" kerap muncul seiring fluktuasi harga komoditas global.
Meski harga global sempat bergerak tinggi di kisaran 100 hingga 110 USD beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis. Menteri ESDM memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
"Minyak dunia melonjak, tidak ada kenaikan bbm bersubsidi," kata Menteri ESDM dalam keterangan resminya terkait kebijakan harga energi nasional.
Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat dari dampak volatilitas pasar global. Pemerintah terus memantau pergerakan harga keekonomian minyak, terutama karena harga Brent yang menjadi acuan internasional selalu lebih tinggi daripada Indonesian Crude Price atau ICP.
Rangkuman Data Perdagangan Minyak Mentah
Secara umum, harga minyak mentah global dilaporkan sempat menembus lebih dari 100 USD per barel sebelum akhirnya terkoreksi pada pekan ini. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor geopolitik, termasuk analisis mengenai dampak perang timur tengah ke harga minyak serta dinamika suplai global.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan pasar energi, berikut adalah rincian data harga minyak mentah terbaru berdasarkan laporan perdagangan komoditas:
| Jenis Komoditas Minyak | Harga Terkini (USD/Bbl) | Perubahan Harian (%) | Perubahan Bulanan (%) |
|---|---|---|---|
| Minyak Mentah Brent | 92,87 | -2,27% | -8,29% |
| Minyak Mentah WTI | 81,489 | -2,69% | – |
Para pelaku pasar kini terus mencermati info terbaru harga komoditas energi untuk merumuskan prediksi harga minyak dunia ke depan. Pergerakan harga di bursa komoditas internasional seperti TradingView dan IFC Markets akan menjadi acuan penting dalam menetapkan strategi investasi di sektor energi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow