Harga Nikel Dunia Tertahan di US$17.900 per Ton di Tengah Pemotongan Kuota Tambang RI

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel dunia bergerak stabil di level US$17.900 per ton pada Minggu (2/8/2026). Pergerakan harga komoditas tambang ini terjadi saat pemerintah Indonesia memperketat kebijakan produksi nasional dengan memotong kuota penambangan nikel dari 379 juta ton menjadi kisaran 250 hingga 260 juta ton.

Dinamika pasar nikel global saat ini berada dalam fase pencarian keseimbangan baru. Kebijakan pemangkasan kuota produksi bijih nikel di Indonesia menjadi sentimen utama yang menahan kejatuhan harga lebih dalam di pasar internasional.

Dampak Pemotongan Kuota Penambangan Nasional

Langkah pemerintah menekan volume produksi dari 379 juta ton menjadi 250-260 juta ton bertujuan untuk menjaga cadangan nikel nasional sekaligus mengontrol pasokan di pasar global. Kebijakan pembatasan ini memberikan tekanan pada pasokan bijih nikel mentah untuk kebutuhan industri pengolahan.

Permintaan Industri Pengolahan dari China

Di sisi permintaan, konsumsi nikel dari industri China mencatatkan peningkatan sebesar 4 persen secara tahunan. Kenaikan konsumsi dari Negeri Tirai Bambu tersebut memberi penopang bagi pergerakan harga komoditas logam ini di tengah penyesuaian produksi global.

Rincian Harga Mineral Acuan dan Dinamika Operasional

Pergerakan harga nikel dunia turut memengaruhi penetapan Harga Mineral Acuan (HMA) di dalam negeri serta kelancaran operasional fasilitas pengolahan di daerah produsen utama.

Penyesuaian Harga Mineral Acuan (HMA)

Pemerintah mencatat HMA nikel Indonesia pada Juni 2026 sebesar US$18.799,29 per dry metric ton (dmt). Namun, pada penetapan HMA nikel Juni 2026 Periode 2 (P2), nilainya terkoreksi menjadi US$18.642,33 per wet metric ton (wmt), atau turun sebesar US$156,96 per wmt dibandingkan Periode 1.

Penurunan HMA Periode 2 ini berdampak langsung pada harga bijih nikel domestik untuk seluruh tingkatan kadar. Untuk moisture content (MC) 30 persen pada kadar 1,80 persen, harga mengalami penurunan US$0,72 per wmt. Sementara itu, untuk MC 35 persen pada kadar 1,80 persen, harga terkoreksi sebesar US$0,66 per wmt.

Harga Nikel Terbang ke Level Tertinggi 2 Tahun Lebih | CNBC Indonesia

Penghentian Operasional di Kawasan Industri

Di tingkat tapak, dinamika pasokan dan penyesuaian produksi berdampak pada aktivitas industri. Fasilitas produksi di Weda Bay Industrial Park yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara, sempat mengalami penghentian produksi sementara waktu sebagai penyesuaian terhadap rantai pasok dan kondisi pasar.

Perbandingan Harga dan Struktur Pasokan Nikel

Penurunan harga bijih nikel terjadi secara merata dan relatif lebih dalam pada periode terkini jika dibandingkan dengan penetapan periode sebelumnya.

Tabel Perbandingan HMA dan Harga Bijih Nikel Indonesia
Indikator PasarNilai Periode 1Nilai Periode 2Perubahan
HMA Nikel UtamaUS$18.799,29 /dmtUS$18.642,33 /wmtTurun US$156,96 /wmt
Bijih Nikel MC 30% (Kadar 1,80%)Turun US$0,72 /wmt
Bijih Nikel MC 35% (Kadar 1,80%)Turun US$0,66 /wmt
Kuota Penambangan RI379 juta ton250-260 juta tonMemotong 119-129 juta ton

Kombinasi antara penurunan kuota penambangan nasional dan pertumbuhan konsumsi manufaktur China sebesar 4 persen terus menjadi faktor penentu arah pergerakan harga nikel di pasar global.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Para pelaku industri pertambangan dan smelter saat ini terus memantau implementasi pemotongan kuota produksi serta penyesuaian HMA periode berikutnya untuk menentukan target volume olahan nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed