Harga Pangan di Pasar Tradisional Jakarta Naik Imbas Lonjakan Cabai dan Beras
Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional kembali bergerak naik secara signifikan. Lonjakan harga komoditas utama ini memicu perhatian karena memengaruhi kebutuhan pokok rumah tangga masyarakat.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai dan beras yang mengalami peningkatan hingga dua digit. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), mayoritas bahan pokok mencatat lonjakan dibanding periode sebelumnya.
Rincian Lonjakan Harga Kelompok Cabai
Komoditas cabai menjadi kelompok pangan dengan pergerakan harga paling agresif pada pergerakan pasar kali ini. Kenaikan tajam ini berisiko menjadi salah satu pemicu utama inflasi pangan nasional.
| Jenis Komoditas | Perubahan Harga (%) | Nominal Perubahan | Harga Baru per Kg |
|---|---|---|---|
| Cabai Merah Keriting | Naik 30,76% | Rp17.550 | Rp74.600 |
| Cabai Rawit Merah | Naik 21,99% | Rp16.550 | Rp91.800 |
Meskipun kelompok cabai mendominasi kenaikan, beberapa jenis cabai lain justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Hal ini memberikan sedikit alternatif pilihan bagi konsumen di pasar tradisional.
Komoditas Pangan yang Mengalami Penurunan harga
Penurunan harga tercatat pada komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan minyak goreng kemasan bermerek 2. Penurunan ini menjadi penyeimbang di tengah lonjakan harga pangan lainnya.
| Jenis Komoditas | Perubahan Harga (%) | Nominal Perubahan | Harga Baru per Kg |
|---|---|---|---|
| Cabai Merah Besar | Turun 7,99% | Rp4.950 | Rp57.000 |
| Cabai Rawit Hijau | Turun 10,41% | Rp5.650 | Rp48.600 |
Selain fluktuasi harga cabai, lonjakan juga merembet pada harga beras nasional. Beras kualitas bawah tercatat mengalami kenaikan harga yang menembus angka hingga 15 persen dari harga sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow