Harga Sembako Jawa Timur Stabil Saat Peternak Blitar Tuntut Solusi Telur Anjlok
Komoditas bahan pokok di wilayah Jawa Timur mencatatkan pergerakan yang cenderung stabil pada Selasa, 2 Juni 2026. Meski sebagian besar harga pangan utama seperti beras dan bawang bertahan di posisi aman, sektor peternakan lokal justru menghadapi tekanan berat akibat ketidakseimbangan biaya produksi.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, pergerakan nilai jual barang kebutuhan masyarakat di pasar-pasar tradisional tidak memperlihatkan guncangan besar dibandingkan hari sebelumnya. Sejumlah komoditas strategis bahkan dilaporkan sama persis dengan pencatatan yang dilakukan pada awal pekan ini.
Kondisi aman pada sektor tanaman pangan ini berbanding terbalik dengan jeritan para pelaku usaha peternakan di wilayah mataraman. Para peternak ayam petelur kini harus memutar otak akibat ketimpangan drastis antara modal operasional dan nilai jual hasil panen mereka di pasaran.
Daftar Harga Beras dan Bawang di Jawa Timur
Menurut data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok yang dilansir dari Jatim Network, pergerakan nilai jual sejumlah komoditas utama terpantau konstan. Sektor perberasan dan perbawangan sejauh ini menjadi jangkar stabilitas pangan di daerah tersebut.
Harga Beras Premium di wilayah Jawa Timur terpantau bertahan di angka Rp14.893 per kilogram. Angka ini sama persis dengan catatan pada hari kemarin, menunjukkan bahwa pasokan beras ke pasar induk maupun ritel masih berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.
Sementara itu, fluktuasi sangat tipis terjadi pada sektor bumbu dapur, khususnya bawang putih jenis Sinco atau Honan. Komoditas ini mengalami pergeseran nilai nominal sebesar 0,01 persen, di mana harganya berubah dari yang sebelumnya Rp27.784 menjadi Rp27.782 per kilogram.
Secara umum, rata-rata harga sembako lain di wilayah tersebut berada di angka Rp12.968 per kilogram. Angka rata-rata ini mencerminkan kondisi makro pangan Jawa Timur yang relatif kondusif bagi daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Meskipun situasi belanja konsumen di perkotaan tampak tenang, kegelisahan besar melanda para peternak di Kabupaten Blitar. Wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung telur nasional ini sedang menghadapi krisis profitabilitas yang mengancam keberlangsungan usaha rakyat.
Pertanyaan warga mengenai "kenapa harga telur ayam hari ini anjlok" terjawab oleh kondisi oversuplai dan lemahnya penyerapan pasar. Di tingkat kandang wilayah Blitar, harga telur ayam merosot hingga menyentuh angka Rp20.600 hingga Rp21.000 per kilogram.
Nilai jual tersebut berada jauh di bawah Harga Pokok Produksi atau HPP yang ditetapkan sebesar Rp23.000 per kilogram. Kondisi ini juga tercatat jauh di bawah Harga Acuan Penjualan atau HAP pemerintah yang seharusnya berada pada rentang Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.
Keterpurukan bisnis peternakan rakyat ini dilaporkan telah berlangsung selama tiga bulan terakhir tanpa ada intervensi yang mampu membalikkan keadaan. Padahal, volume produksi telur di Kabupaten Blitar sangat masif, yakni mencapai 450 ton per hari yang didistribusikan ke berbagai provinsi.
Beban Operasional Akibat Harga Pakan Ayam Naik
Kondisi para peternak semakin terjepit karena di saat bersamaan mereka dihantam oleh lonjakan biaya produksi eksternal. Faktor utama pembengkakan modal operasional ini dipicu oleh pergerakan komoditas bahan baku pakan yang terus merangkak naik.
Harga pakan ayam untuk ukuran karung isi 50 kilogram mengalami kenaikan signifikan dari yang dahulu Rp370.000 menjadi Rp400.000 per karung. Di beberapa wilayah pelosok, harga tebusan dari agen bahkan ada yang sudah mencapai Rp430.000 per karung.
Selain pakan jadi, komponen pakan mandiri seperti jagung juga mengalami lonjakan di tingkat peternak. Saat ini, harga jagung di pasaran sudah mencapai Rp6.400 hingga Rp6.500 per kilogram, berada di atas harga SPHP yang dipatok sebesar Rp5.500 per kilogram.
Kondisi ketimpangan ini memicu gelombang protes dari kalangan peternak mandiri. Muncul desakan agar pemerintah segera melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga komponen pakan serta menaikkan kembali harga serapan telur di tingkat peternak.
Rincian Perbandingan Harga Pangan Terkini
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peta pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur, berikut adalah rincian data komoditas pangan yang berhasil dihimpun di lapangan.
| Nama Komoditas Pangan | Harga Hari Ini (Rp/Kg) | Harga Sebelumnya (Rp/Kg) | Status Perubahan |
|---|---|---|---|
| Beras Premium | 14.893 | 14.893 | Stabil |
| Bawang Putih Sinco/Honan | 27.782 | 27.784 | Turun 0,01% |
| Telur Ayam (Tingkat Kandang Blitar) | 20.600 | 21.000 | Anjlok |
| Jagung (Tingkat Peternak) | 6.400 | 5.500 | Naik |
Data di atas memperlihatkan adanya disparitas nyata antara komoditas pangan pokok berbasis pertanian dengan sektor peternakan. Stabilitas beras diharapkan mampu menjaga inflasi daerah, sementara sektor peternakan memerlukan penanganan khusus dari pihak regulator.
Asosiasi peternak lokal kini tengah mengonsolidasikan data kerugian guna mengajukan tuntutan formal kepada dinas terkait. Langkah ini diambil untuk mencegah kebangkrutan massal peternak mandiri berskala kecil yang tidak memiliki modal cadangan besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow