Harvard Gelar Simposium Antisemitisme di Tengah Ketegangan Kampus

Smallest Font
Largest Font

Universitas Harvard menyelenggarakan simposium sehari penuh mengenai antisemitisme dan universitas di pusat konferensi Rubenstein Treehouse, Allston, pada Kamis, 15 Mei 2026, guna mendiskusikan tantangan yang dihadapi mahasiswa Yahudi di lingkungan kampus.

Acara yang disponsori oleh Center for Jewish Studies dan Kantor Presiden ini berlangsung di tengah meningkatnya sentimen anti-Yahudi secara global serta adanya tuntutan hukum dari pemerintah Trump terkait dugaan kegagalan universitas dalam melindungi mahasiswa dari pelecehan.

Profesor Noah Feldman membuka diskusi dengan memaparkan kontradiksi sejarah Harvard yang pernah membatasi jumlah mahasiswa Yahudi pada 1920-an, namun kemudian menjadi tempat yang sangat terbuka bagi mereka pada paruh kedua abad ke-20.

"I was raised with two stories about Harvard, both of which I believe to be true," ujar Noah Feldman, Profesor Porter University.

Feldman menjelaskan bahwa narasi yang saling bertentangan tersebut menyulitkan upaya untuk berdamai dengan perubahan situasi di dunia dan dampaknya terhadap pengalaman warga Yahudi di kampus saat ini.

"to come to terms with changing circumstances in the world and on campus and their effects on Jewish experience here," kata Noah Feldman, Profesor Porter University.

Sejarawan James Loeffler dari Johns Hopkins University turut menceritakan pengalamannya merasakan dualitas antara rasa memiliki dan keterasingan saat masih menempuh studi di Harvard, terutama ketika isu identitas etnis Yahudi dipisahkan dari minoritas lainnya.

"a sense of belonging and not belonging," kenang James Loeffler, Pengajar Sejarah Yahudi Modern.

Loeffler juga menyoroti keheningan pihak universitas saat terjadi aksi nasionalis kulit putih di Charlottesville pada 2017 yang secara spesifik menyerang kaum Yahudi melalui yel-yel kebencian.

"What was also shocking to me," ucap James Loeffler, Pengajar Sejarah Yahudi Modern, "was the silence afterwards about antisemitism and its place in what was happening."

Ia mengkritik bagaimana pernyataan resmi dari puluhan kantor presiden universitas kala itu mengabaikan penyebutan antisemitisme meskipun seruan kebencian terhadap Yahudi terdengar sangat jelas.

"did not mention Jews or antisemitism," tutur James Loeffler, Pengajar Sejarah Yahudi Modern.

Lebih lanjut, Loeffler menilai adanya pergeseran di mana perlawanan terhadap antisemitisme kini dijadikan kebijakan yang terkadang justru menurunkan kredibilitas isu tersebut di mata masyarakat karena dianggap mengesampingkan rasisme atau seksisme.

"Fighting antisemitism became a policy…to the point of elevating it to a primary concern while simultaneously downgrading other hatreds and other concerns," papar James Loeffler, Pengajar Sejarah Yahudi Modern.

Meski demikian, ia tetap percaya bahwa universitas adalah tempat yang tepat untuk mencari jawaban dan melakukan penyelidikan jujur guna mempersatukan perbedaan daripada memecah belahnya.

"The university is unfinished," tegas James Loeffler, Pengajar Sejarah Yahudi Modern, "but the work of fearless inquiry, respect for difference, the pursuit of truth that unites rather than divides, that work continues."

Arieh Saposnik, sejarawan dari Ben-Gurion University, menghubungkan sejarah panjang pengusiran Yahudi dengan demonstrasi kampus saat ini yang sering kali membingkai Israel sebagai negara kolonial pemukim.

"assume the status of Jews as unequivocally foreign invaders who have no interest in Palestine that is in any way different from the interests of European imperial powers in the territories they captured," pungkas Arieh Saposnik, Sejarawan Jewish Studies.

Di sisi lain, prestasi akademik juga dilaporkan oleh tim pelayar Harvard yang menempatkan 10 atlet dalam ICSA All-Academic Sailing Team 2025-26, pencapaian tertinggi sejak tahun 2023.

Daftar Mahasiswa Universitas Hawaiʻi di Mānoa Peraih ICSA All-Academic
Nama AtletTahun AkademikKeterangan
Amanda TurnerSeniorPenerima Dua Tahun Berturut-turut
Erik AndersonSeniorPenerima Dua Tahun Berturut-turut
Arden RathkopfJuniorMembantu Peringkat 4 L.A. Harbor Cup
Kahlia BaileyJunior/SeniorRunner-up Jeff Simon Women’s Regatta
Kylie AlexanderJunior/SeniorRunner-up Jeff Simon Women’s Regatta
Peyton LieserSeniorBerkompetisi di 13 Regata

Para atlet pelayar ini diwajibkan memiliki IPK kumulatif minimal 3,4 dan telah mengikuti setidaknya tujuh regata selama musim kompetisi berlangsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed